faizmh™

Marcomm Counselor

  • SELAMAT DATANG

    Ini adalah blog pribadi faiz, seorang lelaki yang berjuang untuk hidup. Silahkan baca sepuasnya post karya faiz....dan janganlah lupa untuk meninggalkan jejak..hehehe...
  • Jumlah Pengunjung

    • 88,674 Pengunjung
  • Status saya sekarang:

    Kirim Pesan YM


    Email: faizmh@yahoo.com faizmhi@gmail.com
  • Kalender

    Januari 2008
    S S R K J S M
        Feb »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Integrated with

  • Twitter ku

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Arsip untuk Januari 24th, 2008

MEWASPADAI TUPLOG (sebuah tulisan)

Ditulis oleh faizmh™ di/pada Januari 24, 2008

MEWASPADAI TUPLOG[*]!

Oleh: Faiz MH

Tanggal 5 April 2004 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu negara kita mengadakan Pemilu (pemilihan umum) yang ke-9. Sebelumnya, kita akan di”suguhi” kampanye para partai peserta pemilu yang pada pemilu kali ini di ikuti oleh 24 partai politik. Pada saat kampanye, masing-masing partai mulai menyodorkan program-programnya, mulai dari pemberantasan korupsi (yang sampai kini belum terlaksana) hingga pembebasan biaya pendidikan. Ditambah lagi dengan janji-janji para caleg (calon legislatif) yang semakin melengkapi program masing-masing partai.

Pemilu kali ini memang berbeda, karena kita tak hanya memilih partai saja, tetapi juga memilih caleg partai tersebut. Selain itu pada 5 Juli 2004, kita juga akan melakukan pemilu untuk menentukan presiden dan wakil presiden RI. Apakah perubahan ini akan merubah keadaaan Indonesia?, pertanyaan seperti itu sering kita temui di berbagai tempat. Hal tersebut di sebabkan trauma karena kejadian masa lalu (pemilu yang lalu) yang ternyata tidak membuat perubahan yang signifikan di Indonesia. Krisis moneter 1997 dampaknya masih terasa, pengangguran kian banyak, dan rakyat miskin kian bertambah.

Keadaan tetap seperti ini pastilah membuat orang-orang berpikir. Ada anggapan bahawa Pemilu adalah sebuah parodi yang bisa kita saksikan setiap lima sekali. Orang-orang itu adalah mereka yang pesimis terhadap pemilu atau sering disebut golput atau golongan putih (meminjam istilah KM FIP golput= golongan putus harapan). Dalam setiap pemilu, golput pasti selalu ada. Bila beberapa dekade yang mereka melakukan secara sembunyi, kini mereka mulai berani terang-terangan menunjukkan ke-golput-annya. Fenomena seperti ini merupakan salah satu ancaman untuk menuju sukses pemilu.

Kita tidak menyalahkan ke-golput-an mereka. Mereka (orang golput) menganggap bahwa golput (tidak memilih) adalah hak setiap warga negara. Kadang mereka (yang muslim) melakukan apologi dengan membawa kejadian pada masa pengangkatan empat sahabat rasul sebagai khalifah. Diriwayatkan, beberapa sahabat terkemuka tidak memberikan bay’ah, alias tidak memilih dan memberikan dukungan.

Menurut Rahman (KR:2004), yang perlu diwaspadai pada mereka adalah jika mereka terjebak dalam suatu kerangka pikiran yang sempit dan sebetulnya dibuat oleh seseorang yang memang bertujuan untuk mengacaukan jalannya pemilu, atau mereka-mereka yang yang sebenarnya memang tidak ingin melihat bangsa Indonesia berjalan menuju jalan yang lebih baik. Diperkirakan jumlah golput pada tahun akan bertambah. Bisa di bayangkan bila mereka berjumlah 10% dari total rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih maka jumlah golput adalah 20 juta orang.

20 juta bukanlah sebuah angka yang kecil, dengan suara sebanyak kita dapat menentukan masa depan bangsa ini. Kesuksesan pemilu memang bukan di nilai dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Tetapi, kesuksesan pemilu adalah munculnya kesadaran masyarakat ikut serta dalam menentukan arah bangsa kita yaitu dengan memilih wakil rakyat yang bersih dan mampu membawa aspirasi kita.


[*] Di baca terbalik.

Ditulis dalam Catatan Pemikiran | Leave a Comment »

TEORI KEPRIBADIAAN CATTELL (sebuah tugas kul)

Ditulis oleh faizmh™ di/pada Januari 24, 2008

TEORI KEPRIBADIAAN CATTELL

Oleh: M. Taufik, Faiz M,

 

 

1.      Sebutkan 3 tokoh yang mengemukakan ide-ide pokok dari analisis faktor yang berpengaruh bagi perkembangan teori kepribadian dari R.B cattel, dan jelaskan pola secara singkat ide-idenya tersebut?

Jawaban:

Tiga tokoh tersebut adalah:

1.      spearman, ia menyatakan bahwa, jika kita menyelidiki dua tes kemampuan yang saling berhubungan, makakita bisa temukan dua faktor yang menentukan perfoman pada tes tersebut. Pertama, faktor umum, misalnya, kefasihan berbahasa, intelegensi umum. Kedua faktor khusus, misalnya, ingatan visual, persepsi ruang.

2.      Thorstone. Ia berpendapat bahwa tidak hanya faktor umum pada semua tes dan faktor khusus yang terbatas pada satu tes, tapi juga terdapat kelompok yang mencakup lebih dari satu tesnamun sekaligus tidak sepenuhnya bersifat umum.

3.      Burt. Dia berpendapat bahwa ada faktor universal yang ikut menentukan dari semuahasil pengukuran, dan ada juga faktor khusus yang memainkan peranan pada lebih dari satu pengukuran, dan ada faktor tunggal yang hanya berperan pada salah satu pengukuran, dan ada faktor kebetulan/ kekeliruan yang muncul, yang disebabkan oleh kesalahan pengukuran atau kurang cermat.

1.      Jelaskan pandangan umum Cattel terhadap kepribadian!

Jawaban:

      Tentang kepriabadian cattell memberikan definisi yang sangat umum yaitu bahwa kepribadian adalah sesuatu yang memungkinkan prediksi tentang apa yang akan dikerjakan seseorang dalam situasi tertentu. Cattell melihat kepribadian sebagai suatu struktur sifat-sifat yang kompleks dan terdiferensiasi yang motivasinya sebagian besar tergantung pada salah satu gugus dari sifat-sifat ini, yang disebut sifat-sifat dinamik.

2.      Jelaskan pandangan Cattell tentang sifat!

Jawaban:

Sifat merupakan yang terpenting dari sekalian konsep Cattell tentang kepribadian. Sentral dari segi pandangan Cattell adalah pembedaan antar sifat-sifat permukaan yakni, gugus variabel yang nampak dan terbuka dan sperti saling berhubungan  dan sifat-sifat sumber, yaitu variabel-variabel di balik layar yang menentukan berbagai manifestasi pada permukaan. Cattell mamandang sifat-sifat sumber lebih penting dari sifat-sifat permukaan. Hal ini di sebabkan sifat sumber menjanjikan kemudahan deskripsi dan sifat sumber juga merupakan daya-daya struktural sebenarnya yang mendasar kepribadian.

3.      Sebutkan dan jelaskan tiga sumber data  utama tentang kepribadian menurut Cattell!

Jawaban:

      Tiga sumber data utama yaitu:

1.      Catatan riwayat hidup, pada dasarnya merupakan catatan-catatan tentang tingkah laku seseorang di masyarakat.

2.      penilaian diri merupakan pernyataan orang yang bersangkutan tentang tingkah lakunya sendiri, dengan demikian sejenis sisi dalam terhdapa catatan luar yang di hasilkan.

3.      Tes Obeyektif, berpangkal pada kemungkinan ketiga yakni penciptaan situasi-situasi khusus dimana tingkah laku seseorang dapat di ukur secara obyektif. Situasi-situasi yang dimaksud dapat berupa tugas-tugas tertulis atau dapat juga menyangkut penggunaan berbagai aparatur.

5. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud sikap menurut Cattell!

Jawaban:

Sikap merupakan variabel dinamik yang menjelma, ungkapan struktur dinamik dasar yang dapat diamati, darimana orang disentimen serta hubungannya satu sama lain dapat disimpulkan. Sikap seorang individu tertentu  dalam situasi tertentu merupakan minat dengan intensitas tertentu untuk melakukan serangkaian tindakan terhadapsuatu objek. Jadi, suatu sikap tertentu tidak perlu diungkapkan scara verbal

6. Sebut dan jelaskan tiga jenis belajar yang berperan penting dalm perkembangan kepribadian menurut cattell!

Jawaban:

1.       Pengkondisian klasik yaitu jenis belajar yang dalam pelaksanaannya mengkaitkan respon emosional dengan isyarat lingkungan.

2.       Pengkondisian instrumental yaitu jenis belajar yang memainkan peranan penting dalam membentuk kisi-kisi dinamik, yang terdiri dari hubungan-hubungan subsidiasi.

3.       Integration learning yaitu jenis belajar yang memaksimalkan kepuasan total jangka panjang dengan menyalurkan sejumlah erg pada saat tertentu, seraya menahan dan menekankan yang lain-lainnya.

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sikap, erg dan sentimen pada sifat-sifat dinamik cattell!

Jawaban:

1.      Sikap adalah variabel dinamik yang menjelma, ungkapan struktur dinamik dasar yang dapat diamati, darimana erg dan sentimen serta hubungannya satu sama lain dapat disimpulkan.

2.      Erd adalah suatu sifat sumber yang ditentukan oleh pengaruh konstitusi dan dinamik yang didalamnya menjelaskan tentang pentingnya pendorong-pendorong tingkah laku yang ditentukan sejak lahir namun yang dapat dimadofikasi.

3.      sentimen adalah sifat sumber dinamik yang dibentuk oleh lingkungan yang dimana sentimen ini merupakan akibat pengaruh faktor-faktor pengalaman dan sosio-kultural.

8.      Jelaskan apa yang dimaksud hukum pemaksaan ke arah rerata biososial pada teori cattell!

Jawaban:

Yaitu suatu kecenderungan dari pengaruh-pengaruh lingkungan untuk secara sistematismelawan munculnya variasi genetik, seperti yang terjadi manakala orangtua menggiring anak-anak yang berbeda  ke dalam norma tingkah laku yang sama dengan membombong anak-anak yang bersifat pemalu dan mengendalikan anak-anak yang bandel.

9.      Jelaskan  metode penilaian personality learning (analisis jalan penyesuaian diri) menurut catttel!

Jawaban:

Pertama, mengumpulkan informasi tentang perubahan-perubahan sifat yang terjadi pada sejumlah orang,  dan kedua, membuat analisis teoritis tentang berbagai kemungkinan jalan penyesuaian diri yang mungkin dapat ditempuh orang sebagai respon terhadap situasi-situasi hidup yang penuh dengan konflik.

10.  Jelaskan faktor yang mempengaruhi kepribadian pada pelaksanaan pranata-pranata!

Jawaban:

1.      kemungkinan adanya intensi yang disengaja untuk menghasilkan tipe karakter atau kepribadian tertentu.

2.      faktor-faktor situasi atau ekologis dapat menghasilkan berbagai dampak yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

3.      akibat dari pola-pola tingkah laku yang terbentuk lewat proses pertama atau kedua diatas.

 

Ditulis dalam Catatan Pemikiran | 2 Komentar »

TUGAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

Ditulis oleh faizmh™ di/pada Januari 24, 2008

TUGAS GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

DISEKOLAH**

 

            Pada prinsipnya, Bimbingan dan KOnseling merupakan bantuan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu (kelompok) dalam mencegah dan mengatasi masalah hidupnya untuk mencapai kesejahteraan hidupnya untuk mencapai kesejahteraan hidup. Kemudian, berdasarkan literatur dan diskusi dengan dosen maupun alumni program studi Bimbingan dan Konseling, adapaun tugas dari guru Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut:

 

1. Melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

            Dalam pelaksanaannya di sekolah, bimbingan dan konseling memiliki keharusan minimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling dengan bentuk-bentuk layanannya adalah:

1.      Orientasi*

2.      Pengumpulan data siswa*

3.      Pemberian Informasi atau bimbingan*

4.      Penempatan dan penyaluran (kelas, penjurusan, kelompok-kelompok khusus)*

5.      Konseling*

6.      Hubungan Masyarakat*

Pelaksanaan layanan tersebut juga memiliki bidang-bidang layanan khusus, yaitu:

1.      Layanan Bimbingan Pribadi*

2.      Layanan Bimbingan Sosial*

3.      Layanan Bimbingan Karir*, dsbg

Pelaksanaan layanan dapat dilaksanakan secara individu (Bimbingan Individu) atau kelompok (Bimbingan Kelompok)*

 

 

2. Melaksanakan Administrasi Bimbingan dan Konseling

Pelaksanaan Program layanan bimbingan dan konseling disekolah meuntut sarana penunjang yang cukup memadai, yaitu:

    1. Sarana Personil*
    2. Sarana Meteriil, yaitu

a.       Sarana Fisik

b.      Sarana Teknis

Adapun mekanisme administrasi dalam Bimbingan dan Konseling adalah:

  1. Pencacatan data pribadi siswa (dengan angket) yang kemudian dihimpun dalam

      buku pribadi (cumulative record) secara teratur dan sistematis.

  1. Membuat catatan kejadian siswa (catatan anekdot) tentang tingkah laku siswa dalam kelas selama proses belajar mengajar yang dibuat oleh guru bidang studi yang kemudian dihimpun dalam bentuk observasi mingguan.
  2. Melaksanakan studi kasus atau analisis buku pribadi siswa oleh konselor.
  3. Mengolah data hasil sosiometri yang berupa sosiogram yang dibuat oleh wali kelas kemudian dimasukan ke dalam buku pribadi siswa sebagai salah satu bahan studi kasus.
  4. Mengolah data hasil wawancara, daftar presensi, daftar nilai raport (legger) yang dibuat oleh wali kelas kemudian dimasukan dalam kartu pribadi siswa.
  5. Mengolah data hasil kunjungan rumah (home visit) yang diselenggarakan oleh wali kelas yang kemudian dihimpun dalam catatan pribadi siswa.
  6. Mengolah hasil pemeriksaan dari petugas khusus (Psikiater, Tester, Petugas Kesehatan)  yang kemudian dihimpun dalam buku pribadi siswa.
  7. Membuat laporan bulanan, semester, dan tahunan.
  8. Data-data, informasi yang berasal dari berbagai sumber dan telah dikumpulkan dalam buku pribadi, hendaknya diperiksa oleh Kepala Sekolah, sehingga terwujud kerjasama antara semua staff dalam mempelajari buku pribadi siswa serta menemukan dan memecahkan berbagai kasus  yang dihadapi oleh para siswa.

 

 

 

3. Melaksanakan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling.

      Dalam pelaksanaannya, ada beberapa kegiatan pendukung, dalam hal ini hasil dari kegiatan pendukung ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam melaksanakan bimbingan dan konseling terhadap klien (individu). Beberapa dari kegiatan pendukung itu adalah:

1.      Tes Psikotest (Tes Bakat Minat)

2.      Tes Skolastik, dsbg

 




** Uraian ini dibuat berdasarkan literatur tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah, ditambah dengan diskusi beberapa Dosen, Alumni, dan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling.

* Lebih lengkapnya dapat dilihat dalam lampiran.

Ditulis dalam Catatan Pemikiran | 3 Komentar »

MENGELOLA KEKUASAAN (sebuah resensi yang tak jadi)

Ditulis oleh faizmh™ di/pada Januari 24, 2008

MENGELOLA KEKUASAAN
Judul Buku : Power In Management
Penulis : John P Kotter
Penerbit : PinkBooks, Yogyakarta
Cetakan : I, Agustus 2003
Halaman : xiv + 148 halaman
Berbicara tentang kekuasaan berarti kita akan membahas masalah yang menyangkut tentang kepemimpinan. Baik itu Presiden, menteri, ketua organisasi, mulai dari organisasi kecil hingga yang besar. Namun, pada buku ini kita akan lebih membahas tentang kekuasaan yang dimiliki oleh seorang manajer. Seorang manajer sudah pasti akan mendapatkan fasilitas yang bisa dibilang enak. Oleh karena itu, banyak orang berusaha untuk mendapatkan posisi yang strategis itu. Tapi, apakah benar enak berada pada posisi itu?.
Ada peribahasa yang mengatakan: memiliki kekuasaan seperti menunganggi macan. Dalam menjalankan kekuasaan kita harus berhati-hati jika tidak kita bisa digigitnya. Bisa diambil contoh yaitu jatuhnya beberapa presiden kita. Dalam menjalankan kekuasaan, pengalaman kepemimpinan sangat mendukung, namun apakah itu sudah cukup?. Menjabat posisi manajer sangatlah sulit, pada posisi ini mereka sangat tergantung pada bawahannya, karena pekerjaan bawahan akan mempengaruhi pekerjaan di level manajerial. Dengan keadaan seperti ini, maka seorang manajer harus benar-benar mampu mengelola kekuasaan, agar dapat mengatur dan mengefektifkan pekerjaan yang dilakukan bawahannya.
Tulisan pada buku ini berasal dari pengalaman-pengalaman penulis dan hasil penelitian penulis pada beberapa perusahaan di Amerika. Pada saat ini, banyak sekali buku yang berisi tentang bagaimana menjadi manajer yang baik, namun jarang kita dapatkan buku yang berisikan bagaimana mengelola kekuasaan seorang manajer dan pada buku ini perihal kekuasaan akan dijelaskan secara gamblang oleh penulis.
Profesi manajer sesungguhnya sangat berbeda dengan profesi yang lain, pembedanya adalah ketergantungan yang tiada hentinya pada berbagai aktivitas orang lain. Seorang manajer lebih tergantung pada atasan, bawahan, teman sejawat yang ada pada bagian lain organisasi, dan seterusnya. (hal:12).
Berurusan dengan rawannya ketergantungan adalah bagian pekerjaan manajer yang penting namun sulit. Hal ini dibilang sulit karena beberapa hal, pertama, karena para manajer selalu tergantung pada orang tertentu yang terhadapnya mereka tidak mempunyai otoritas formal. Kedua, karena hampir tidak ada orang dalam organisasi modern yang akan menerima secara pasif dan benar-benar matuhi perintah terus menerus dari seseorang hanya karena dia adalah “bos”.

Ditulis dalam Catatan Pemikiran | 1 Komentar »

MENDIDIK REMAJA TANPA HARUS MELAWAN (resensi yang ku kirim ke media)

Ditulis oleh faizmh™ di/pada Januari 24, 2008

MENDIDIK REMAJA TANPA HARUS MELAWAN

Judul Buku       : You Can Say No to Your Teenager

Penulis              : Jeanette Shalov,M.S, dkk

Penerbit            : PinkBooks, Yogyakarta

Cetakan           : I, April 2004

Halaman           : vii + 260 halaman

 

            Selamat datang di dunia remaja, dunia penuh dengan pencarian, amarah, dan bahkan penuh dengan eksperiman. Remaja selalu mempunyai keinginan untuk mencoba segala suatu, bahkan tak jarang karena sifatnya itu dia menjadi jauh dengan Anda. Remaja lebih suka bergaul dengan temannya, karena itu jangan heran jika dia mulai sering pulang larut malam. Belum lagi jika Anda lebih luas melihat kehidupan remaja masa sekarang, narkoba, tawuran, bahkan hingga seks bebas, identik dengan kehidupan remaja masa kini. Fenomena ini sering membuat khawatir para orangtua, tak jarang ada orangtua yang begitu ketakutan hingga terlalu mengekang anak remajanya.

            Menjadi orang tua remaja memang penuh perjuangan dan kekhawatiran –walaupun kita pernah merasakan masa remaja. Dan saat ini adalah waktunya Anda bercermin tentang kehidupan Anda saat remaja. Remaja masa sekarang berbeda dengan remaja dahulu. Kini dalam kehidupan yang semakin  meng-global tantangan orang tua semakin berat, tingkah  laku remaja pun semakin rumit untuk dipahami.

            Pada bagian awal buku ini penulis menjelaskan bahwa untuk bisa memahami nilai-nilai anak remaja, Anda harus terlebih dahulu memahami nilai-nilai Anda sendiri.  Nilai disini adalah garis-garis pedoman yang dengannya (anak remaja) kita akan menyukai jalan kehidupan kita, meski terkadang kita gagal dalam mengikutinya.

            Sebagai contoh, kebanyakan dari kita sering mengatakan bahwa kita mempercayai nilai “jangan pernah berbohong”. Tetapi kita juga mengetahui dari waktu ke waktu kita memalsukan kebenaran.Telepon berbunyi, dan kita akan mengatakan pada anak kita “tanyakan dulu siapa, jika Tuan baker katakan ibu tidak ada” atau membuat surat ijin sekolah untuk anak agar sekeluarga bisa pergi berakhir pekan (hal.20).

            Apakah hal tersebut terlihat biasa saja? Perbuatan seperti itu justru membuat anak remaja anda memandang bahwa kebohongan itu hal biasa. Penanaman nilai moral sejak dini memang diperlukan untuk perkembangan tingkah laku anak, namun hal itu juga harus diikuti dengan kenyataan yang terjadi dilapangan.

            Lebih dalam lagi penulis menjelaskan tentang berbagai permasalahan dalam kehidupan anak remaja, mulai dari perilaku di rumah yang terkadang sering membuat Anda jengkel, atau tentang hubungan pertemanan anak remaja anda dengan teman-temannya dan mengenai tren (mode, dll) dalam kehidupan anak remaja anda (hal. 93)

            Masalah seksualitas tak luput dari pandangan penulis, mereka menjelaskan setiap anak harus mendapatkan pendidikan seksual yang baik –dan ini bukan hanya menghadiri kelas yang membahas seks disekolah. Bidang seksualitas adalah pokok bahasan nilai-nilai keluarga yang paling penting. Karena hal-hal yang berbau seks merata di sekitar kita, mau tidak mau para orang tua harus memberikan fakta-fakta tentang seks kepada anak-anaknya – tentunya dalam sistem-sitem nilai-nilai keluarganya, sehingga informasi yang disampaikan melalui diskusi-diskusi dan percakapan-percakapan bukan fakta-fakta mengenai perbuatan fisik semata, namun juga melibatkan komponen emosi dari seks (hal 136).

            Membaca buku ini secara tidak langsung akan membuat Anda sadar akan beberapa kesalahan Anda dalam mendidik anak remaja Anda. Tak hanya itu saja penyampaian tulisan dalam buku ini juga menjadi mudah dipahami, karena dalam setiap menjelaskan suatu cara atau masalah selalu diberikan contoh kisah tentang permasalahan tersebut.

            Akhirnya, disini dijelaskan bahwa mengatakan tidak bukanlah respon tanpa pemikiran, otokratis, atau negatif terhadap jenis perilaku yang mengancam, atau menyimpang dari kebiasaan, atau perilaku yang ganjil apapun. Mengatakan “tidak” berasal dari satu posisi yang punya kekuatan dan keamanan. Maksudnya adalah berkata “tidak” setelah menoleh kembali ke masa remajanya sendiri, serta terlebih dahulu berkonfrontasi dan menganalisis sistem nilainya sendiri dari posisi yang tidak defensif, sehingga karenanya mampu berkata “tidak” kepada anak-anak remajanya dengan aman dan tenang pada saat yang tepat dan terhadap persoalan yang tepat (hal. 45).

            Orang tua yang memiliki keberanian berkata “tidak” telah mempelajari bagaimana mengubah pola perilaku negatif seorang remaja menjadi perilaku yang positif, yang pada gilirannya membangkitkan kembali pengalaman seluruh keluarga. Oleh karena itu, mampu berkata “tidak” sebenarnya berarti memiliki keberanian untuk mengatakan “iya”; terhadap sistem nilai positif yang telah anda rangkul dan Anda harapkan akan dirangkul oleh kelurga Anda.

 

Penulis

Faiz Mudhokhi

Mahasiswa Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, UNY

 

                  

Ditulis dalam Catatan Pemikiran | 1 Komentar »