Tak pernah dilupakan peristiwa itu oleh salah satu UKM di UNY. Hanya karena mengekpresikan kesenian, lembaga itu dilarang untuk mementaskan kegiatannya selama 1 tahun. Salah satu anggota UKM tersebut menegaskan, “hal itu sangat tidak adil, karena dalam kegiatan ini kami hanya mengekspresikan kesenian. Tidak ada dalam kegiatan itu yang SARU, semua itu adalah sebuah bentuk seni.”
Rasa kebencian itu muncul ketika salah satu anggota BEM REMA UNY ternyata melaporkan kepada pihak rektorat tentang kegiatan itu, dengan sebuah argumentasi kepada pihak rektorat UNY bahwa kegiatan itu tidak bermoral dan benar-benar SARU, anggota BEM REMA UNY itu memberikan masukan kepada pihak rektorat untuk melarang semua kegiatan UKM itu. Oleh karena itu, karena terbujuk lobi tersebut akhirnya pihak rektorat UNY memberikan surat penghentian kegiatan UKM itu selama 1 tahun.
Ternyata tak hanya itu saja yang membuat BEM REMA UNY itu dibenci, dalam setiap kegiatan OSPEK mahasiswa baru di UNY, mereka benar-benar dibenci karena semua kegiatan mahasiswa baru hanya dikuasai oleh BEM REMA UNY sendiri tanpa mengajak seluruh elemen ORMAWA di UNY. Hal senada juga diungkapkan salah satu anggota UKM yang berkantor di rektorat lama, BEM REMA UNY tak pernah memberikan kesempatan kepada UKM untuk bekerjasama, yang ada hanyalah UKM harus tunduk dan patuh pada BEM REMA UNY.
Peristiwa terakhir berdasarkan investigasi penulis menemukan bahwa, dalam perayaan dies natalis UNY ke-44 ini, BEM REMA UNY ternyata tidak mengakomodir seluruh kegiatan mahasiswa di UNY ini. Pasalnya, menurut salah satu panitia dies natalis pada tahun ini, pada tahun ini tuan rumah dies natalis adalah FMIPA, menegaskan bahwa, “BEM REMA UNY kemarin sudah diberikan amanat untuk memberitahukan kepada seluruh UKM atau ORMAWA UNY sekaligus mengkoordinir semua UKM untuk mengisi kegiatan pameran di GOR UNY pada tanggal 14 – 21 Mei 2008.”
Namun ketika amanat panitia dies natalis UNY ini dikonfirmasikan kepada beberapa anggota UKM, ternyata mereka tidak tahu sama sekali tentang hal itu. Bahkan mereka seolah memaklumi kalo BEM REMA UNY tidak memberitahu UKM-UKM lain. “ Udah biasa mas mereka kayak gitu, kalo mau kasih tau ke UKM ya seharusnya kasih tahu ke anak FK UKM”. Ketika penulis mengkonfirmasi kepada anggota FK UKM, mereka malah menjawab tidak tahu sama sekali tentang informasi itu.
Penulis juga investigasi kepada pihak panitia dies tentang kegiatan pameran di GOR UNY tersebut. Dari file susunan acara, ternyata hampir 50% acara ternyata yang menyelenggarakan adalah BEM REMA UNY. Bahkan BEM FMIPA sendiri nyaris tidak mendapatkan kegiatan yang mengisi di kegiatan pameran.
Menurut sumber informasi penulis yang sangat rahasisa, bahkan karena peristiwa itu BEM FMIPA sendiri sempat mengeluarkan statement bahwa BEM FMIPA akan memboikot acara tersebut. Ketika dikonfirmasikan kembali pada panitia dies natalis, statement BEM FMIPA seharusnya janganlah terjadi, apalagi tuan rumah tahun ini adalah FMIPA, kalo misalnya BEM REMA UNY terbukti seperti itu, kami tidak segan untuk melaporkan kesewenang-wenangan BEM REMA UNY agar mereka diberi peringatan keras, mengingat kegiatan pameran ini adalah adalah perayaan dies natalis UNY jadi semua elemen ORMAWA di UNY berhak untuk mengisi kegiatan selama tidak berbenturan dengan acara yang lain.faiz
PS: ini baru reportase, tulisan itu sama tajamnya dengan lidah! Karena itu, hati-hati menulis kalo tidak jelas informasinya dan teknik menulisnya!.



