hehehe…aku posting pas ultah nih…jam 12 malam lebih 25 menit…faiz akan semakin berjuang…pekerjaan sudah, lulus belum, calon istri belum banget!
mohon doa restunya!
Ditulis oleh faizmh™ di/pada September 5, 2008
hehehe…aku posting pas ultah nih…jam 12 malam lebih 25 menit…faiz akan semakin berjuang…pekerjaan sudah, lulus belum, calon istri belum banget!
mohon doa restunya!
Ditulis dalam Catatan Harian | 1 Komentar »
Ditulis oleh faizmh™ di/pada September 5, 2008
Hm…kalimat diatas gak sengaja ku baca di salah satu stiker di sebuah motor ketika berhenti diperempatan lampu merah mirota kampus. Simpel dan biasa aja desainnya…yang buat menarik itu ya kata-kata itu…Infaq, Sodaqoh, Surga…Apakah saya sudah melakukan dua hal itu untuk mendapatkan surga?
Aku mungkin bukan Abunawas yang berdoa dan menjelaskan pada Tuhan bahwa aku adalah orang yang gak layak untuk surganya…aku merasa layak dan pantas, tapi apakah Tuhan menganggap aku pantas?
Dalam setiap ibadahku…hablun minallah dan hablun minannas, aku selalu berusaha seimbang. Namun memang gak ada yang sempurna kan? Makanya, saya dulu pernah denger ceramahnya Zainuddin MZ di radio bahwa di surga nanti ada banyak banget pintu masuknya, yang tercipta dari perbuatan amal baik ibadahnya…kata beliau, ada pintu yang bahkan tercipta dari amal baik manusia yang selalu tersenyum, nanti pintu itu akan dilewati orang-orang selalu tersenyum untuk orang lain. Benarkah itu? Saya tidak pernah meragukan itu…
BTW, masih ingat rukun iman? Apa sajakah?
Kalau rukun islam masih ingat?
Apakah al-quran, sajadah, sarung, atau mukenamu masih hanya menjadi penghias kamarmu?
Apakah salat kamu masih satu minggu sekali? Cuma waktu salat jumat? Atau mungkin satu atau dua kali setahun pada waktu sholat ied?
Ditulis dalam Catatan Komentar Ku tentang... | Leave a Comment »
Ditulis oleh faizmh™ di/pada September 5, 2008
Menonton kondisi politik Indonesia saat ini hampir sama dengan menonton sinetron yang biasa (untuk tidak mengatakan jelek J ) diputar di Indosiar. Bagaimanapun juga uang adalah bahasa universal dibumi Indonesia ini, dan semua akan paham maksudnya ketika dia menerima uang dari calon politisi. “kamu nanti pilih saya ya buat jadi pemimpin kamu!” begitu kalimat langsungnya.
Itulah realita yang terjadi pada masyarakat kita. Hal itulah yang membuat Negara kita kerdil dan picik terhadap sesuatu hal. Terbuka sedikit dianggap melawan, tertutup dianggap korup. Kaum Intelektual, Agamawan, kaum politisi, bahkan kaum miskin kota pun kadang berpikiran seperti itu.
Jika kita selamanya seperti ini, maka bangsa ini akan tidak percaya dengan para pemimpinnya. Seorang pemimpin sebenarnya haruslah sadar diri, tidak mudah terninabobokan oleh apa yang ada disekitarnya. Harta dan tahta adalah beberapa yang membuat para pemimpin kita “tertidur” dengan kondisi Negara kita.
Ditulis dalam Catatan Komentar Ku tentang... | Leave a Comment »