saya tidak bermaksud menipu dan berniat naikin ranking blog ku,cuma internet gratis ini (tp modal laptop yg da wifi ya) khusus diUNY.buat yang mahasiswa UNY langsung aja ON THE SPOT, yang bukan anak UNY juga boleh kok (yang penting gak malu aja) toh pasti kalo online diUNY gak ditanyain kuliah mana.
Nah,klo mau yang gratis resmi ya kamu langsung aja daftar LAPTOP km ke LIMUNY PUSKOM UNY,habis itu tunjukin KTM UNY. Klo km yg pny laptop tp bukan anak UNY,langsung aja “todong” 1 mahasiswa UNY yg byk “berkeliaran” dijalan-jalan KARANGMALANG dan bawa ke PUSKOM UNY.gampang kan?!:-) he2
Klo yang gak resmi,tp khusus diFakultas Ilmu Pendidikan UNY aja,langsung kirim ke email yahoo q.ntar q ksh proxy+port+password 6 hot spot yg super ng****g sinyalnya.MAU?
Temen2 lain ada yang tau?terutama diFakultas2 lain diUNY,ato ada kampus lain?
:-)
Arsip untuk September 8th, 2008
Internet Gratis
Ditulis oleh faizmh™ di/pada September 8, 2008
Ditulis dalam Catatan Pemikiran | 1 Komentar »
Film Baru Hanung “Doa Yang Mengancam” (copas dari temen)
Ditulis oleh faizmh™ di/pada September 8, 2008
Ini adalah judul cerpen yang akan difilmkan. Saya sempat lihat beritanya di TV, nampaknya sinema ini cukup menarik. Menyorot spiritualitas di lingkungan keras kehidupan rakyat kelas bawah. Kisahnya kurang lebih menceritakan konsepsi seseorang tentang Tuhan. Saya belum bisa menulis banyak karena belum tahu detilnya (takut salah, tepatnya takut disalahfahami
). Saya kutipkan saja beritanya:
Film yang baru mulai syuting pada hari ini, secara garis besar menggambarkan kehidupan seorang buruh bongkar muat, Madrim, yang diperankan komedian Aming. Madrim berkali-kali mengancam Tuhan lantaran kecewa dengan kehidupan yang dijalaninya. Karena tak kunjung hidup berkecukupan, Istri Madrim, Leha (Titi Kamal), minggat meninggalkannya.
Untungnya, Madrim masih memiliki seorang sahabat, Kadir (Ramzi), yang setia menjadi tempat curahan keluh kesahnya. Namun, segudang nasehat Kadir tak dihiraukannya, hingga puncaknya Madrim pun mengancam Tuhan.
Kisah Madrim dengan keberadaannya yang hidup di kawasan kumuh ini, kata Hanung, adalah salah satu upaya dari cerita film ini untuk menggambarkan bahwa Tuhan ada di mana-mana. “Kita tidak bicara Tuhan ada di (Masjid) Istiqlal. Kita bicara Tuhan ada di masjid yang butut, di kios ayam atau di pasar. Kita bicara bahwa ada nafas-nafas Tuhan di tempat yang kumuh, bau, dan kotor,” papar Hanung.
(GATRA)
Kalo yang penasaran, silahkan baca cerpennya berikut:
Doa yang Mengancam
“Ya Tuhan, bertahun-tahun aku berdoa pada-Mu, memohon agar Kau lepaskan aku dari kemiskinan yang sekian lama menjerat kehidupanku, tapi nyatanya sampai kini aku tetap miskin dan bahkan bertambah miskin, hingga aku menganggap bahwa Engkau tak pernah mendengar doaku, apalagi mengabulkannya. Karena saat ini aku sudah tak punya apa-apa lagi selain badan dan sepasang pakaian yang kukenakan, aku ingin memohon pada-Mu untuk yang terakhir kali. Kalau sampai Matahari terbit esok hari Engkau tak juga mengabulkan doaku, aku mohon ampun pada-Mu untuk yang terakhir pula, sebab setelah itu aku akan meninggalkan-Mu.” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Catatan Komentar Ku tentang... | Leave a Comment »



