kepada pengunjung blogku…
Mohon maaf ya kalo aku gak sempat memberikan respon atau balasan yang temen-temen inginkan…lagi hectic dengan skripsinya nih…ntar kalo udah clear…kita bisa lebih berinteraksi lagi!
Thanks all,
faizmh
Ditulis oleh faizmh™ di/pada Maret 27, 2009
kepada pengunjung blogku…
Mohon maaf ya kalo aku gak sempat memberikan respon atau balasan yang temen-temen inginkan…lagi hectic dengan skripsinya nih…ntar kalo udah clear…kita bisa lebih berinteraksi lagi!
Thanks all,
faizmh
Ditulis dalam Catatan Pemikiran | 1 Komentar »
Ditulis oleh faizmh™ di/pada Maret 19, 2009
BEHAVIOR THERAPY
A. Konsep Dasar
Konsep dasar yang dipakai oleh Behavior Therapy adalah belajar. Belajar yang dimaksud adalah perubahan tingkah laku yang disebabkan bukan karena kematangan. Teori Belajar yang dipakai dalam pendekatan ini sebagai aplikasi dari percobaan-percobaan tingkah laku dalaam laboratorium.
Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya.
Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukum-hukum belajar :
Ditulis dalam Catatan Komentar Ku tentang... | Bertanda: Behavior Therapy | 1 Komentar »
Ditulis oleh faizmh™ di/pada Maret 11, 2009
RATIONAL EMOTIVE THERAPY
A. Konsep Dasar
Menurut Albert Ellis, manusia pada dasarnya adalah unik yang memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif, bahagia, dan kompeten. Ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional individu itu menjadi tidak efektif. Reaksi emosional seseorang sebagian besar disebabkan oleh evaluasi, interpretasi, dan filosofi yang disadari maupun tidak disadari. Hambatan psikologis atau emosional tersebut merupakan akibat dari cara berpikir yang tidak logis dan irasional, yang mana emosi yang menyertai individu dalam berpikir penuh dengan prasangka, sangat personal, dan irasional.
Berpikir irasional ini diawali dengan belajar secara tidak logis yang biasanya diperoleh dari orang tua dan budaya tempat dibesarkan. Berpikir secara irasional akan tercermin dari kata-kata yang digunakan. Kata-kata yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan kata-kata yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Perasaan dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara berpikir yang rasional dan logis, yang dapat diterima menurut akal sehat, serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional.
Pandangan pendekatan rasional emotif tentang kepribadian dapat dikaji dari konsep-konsep kunci teori Albert Ellis : ada tiga pilar yang membangun tingkah laku individu, yaitu Antecedent event (A), Belief (B), dan Emotional consequence (C). Kerangka pilar ini yang kemudian dikenal dengan konsep atau teori ABC.
Selain itu, Ellis juga menambahkan D dan E untuk rumus ABC ini. Seorang terapis harus melawan (dispute; D) keyakinan-keyakinan irasional itu agar kliennya bisa menikmati dampak-dampak (effects; E) psikologis positif dari keyakinan-keyakinan yang rasional.
Sebagai contoh, “orang depresi merasa sedih dan kesepian karena dia keliru berpikir bahwa dirinya tidak pantas dan merasa tersingkir”. Padahal, penampilan orang depresi sama saja dengan orang yang tidak mengalami depresi. Jadi, Tugas seorang terapis bukanlah menyerang perasaan sedih dan kesepian yang dialami orang depresi, melainkan menyerang keyakinan mereka yang negatif terhadap diri sendiri. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Catatan Pemikiran | Bertanda: Bimbingan dan Konseling, konseling, pendekatan konseling, rational emotive therapy, Teori Rational Emotive Therapy, teori RET, therapy | Leave a Comment »
Ditulis oleh faizmh™ di/pada Maret 9, 2009
Hari ini, saya mendapatkan email dari seorang temen yang kini magang menjadi guru BK di daerah Brebes…begini isinya:
Hei..is he…he ada banyak hal yang pengen tak shair ma kamu. pertama neh masalah masa depan. cie ileh…tenteng alumni mahasiswa Bimbingan dan konseling khususnya di Univ-univ negeri. langsung aja deh, kayaknya sering beribert neh mo nulisnya, padahal dah latihan dari SD. aku aja baru tahu setelah lulus kuliah and jadi guru BK. Kamu pernah denger BK Karbitan nggak is?pokoke intine mereka udah banyak banget, yang nyetak juga universitas2 kurang bonafit. mereka dapat ijazah S1 BK dengan waktu hanya kurang lebih 2 th. bahkan yang lebih miris menurut pengakuan beberapa lulusannya nggak ikut kuliah aja nilai bisa keluar, skripsi aja tinggal njiplak. rata-rata BK Karbitan mereka tadinya udanh punya gelar S1 yang bukan BK, tapi ntar baru kuliah lagi. otomatis dia jadi punya dua ijazah nantinya dan tinggal pilih yang mana yang mau dipakai. Ternyata ni juga bukan untuk jurusan BK saja tapi untuk jurusan-jurusan yang lain ada juga.
Dan kurang lebih, ini lah jawabanku:
Welcome to the jungle rin….hehe
Realita kayak gitu kan sudah lama terjadi rin, mungkin kamu baru semakin sadar ya…hehe
Di Indonesia mungkin satu-satunya tempat dimana orang-orang selalu menggunakan embel-embel Pendidikan adalah Investasi Masa Depan (baca: gelar) dan itu berarti kita harus membeli pendidikan itu…Dan tindakan yang kayak kamu ceritain itu sudah ada jaringan alias mafia yang memang mengatur itu, karena itu mungkin banyak orang dengan mudah menjadi PNS karena sistem penerimaan PNS kita itu mudah di kelabui+banyak mafia yang mengatakan bisa menjadikan orang jadi PNS. Apalagi, dengan munculnya sertifikasi guru yang katanya bisa menjadikan orang bergaji 5jt/bulan…orang-orang akan berlomba-lomba untuk menjadi guru, dan ini lah awal tonggak kehancuran pendidikan indonesia. Bukan melebih-lebihkan, tapi inilah bentuk awal kehancuran pendidikan ketika Guru (yang harus di Gugu dan di Tiru) namun niat mereka ingin menjadi guru hanya karena faktor ekononi alias pengen gaji tinggi dan bukan berniat untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Pemerintah itu memang seharusnya sadar dengan orang-orang seperti kamu, punya niat tulus untuk mencerdaskan bangsa. Namun karena kebusukan sistem Indonesia maka orang-orang yang seharusnya pantas menjadi PNS malah tidak di loloskan.
Ketika aku mengatakan ini bukan berarti aku menafikkan kata “mungkin belum rejeki dari Allah”, mungkin memang bukan rejekinya, tapi sebenarnya usaha-usaha untuk menghancurkan rezim busuk sistem pendidikan inilah yang seharusnya dilakukan.
Makanya rin, aku pengen punya niat untuk bisa masuk dalam Sistem…walaupun aku harus menjadi “orang busuk” terlebih dahulu tapi aku punya niat untuk menghapus sistem yang kayak kamu ceritakan itu… mohon doanya!
Dalam surat balasanku ini, aku bener-bener marah pengen nulis dengan huruf besar semua, tapi kan nanti kesannya aku malah marah. Sebetulnya kasus yang ada didunia BK ini seharusnya ditangani oleh ABKIN….tapi mereka malah diam saja..bukan menutup mata, tapi menutup telinga dengan masukan orang-orang yang ada dibawah. Projek2 hanya yang mereka kejar, instruksi atasan hanya mereka dengarkan…ABKIN tidak buta, tapi Tuli…Mungkin inilaha realitas pada sistem negara kita.
Ditulis dalam Catatan Pemikiran | Bertanda: ABKIN, Asli Palsu, ASPAL, BK Karbitan, buta, Guru, Ijazah Palsu, pemerintah, sistem Pendidikan, tuli | Leave a Comment »
Ditulis oleh faizmh™ di/pada Maret 5, 2009
Beberapa waktu yg lalu, aq sempat semacam dicaci maki karena beberapa postingku berisi keluh kesah. Sah-sah saja sebetulnya, inti dari blog kan web diary jadi mau blogmu isinya keluh kesah, caci maki, bokep ato apapun itu boleh kok. Tapi perlu diingat juga bahwa blog bisa menjadi media personal branding pada orang sedunia.
Nah, karena hal itu aq pengen berkeluh kesah dulu. Bulan kemarin terasa berat untuk ku jalani, ada 3 beban pikiran yg pikul. Pertama tentang mengejar dosen yg nilainya belum keluar dan ternyata membuat syarat agar aq membuat 2 paper tentang pendekatan konseling dan yg satu tentang materi bimbingan pribadi sosial. Itu baru yg pertama lhn, kedua aq harus berpikir keras agar aq bisa mengerjakan skripsi yg ku kejar bisa pendadaran akhir bulan ini. Dan yg ketiga adalah tanggung jawab pekerjaan.
Wuih..bener2 terasa berat ketika ku pikirkan semua itu. Tapi ternyata semua bisa sedikit ku kerjakan, dan aq mengakui bila aq gak total mengerjakan itu karena pikiranku terpecah. Di lain hal, aq malah seperti menjadi tidak bisa melakukan apapun yg berguna. Bener2 perasaan yg berat juga, ternyata hingga saat ini aq belum menemukan juga pasangan rusuk kananku ini. Bukan gak laku, udah beberapa kali menjalani dengan bbrp perempuan yg berbeda tp selalu saja berakhir dan semua karena aku. Karena aq gak pernah memberikan waktu untuk mereka, semuanya selalu berat pada pekerjaan atau pun pada sebuah loyalitas pertemenan.
Yang terakhir kemarin akhir Januari, bener2 sudah didepan mata tapi aq malah menghindar. Bukan karena aq gak mau atau dia gak mau, tapi dia ternyata cepat menyadari jika waktuku untuknya terlampau timpang dengan jumlah perasaan dihatinya. Tapi dia menyadari jika aq bisa membuat dia nyaman, tapi didiriku sepertinya aq belum nyaman dengannya. Ketika akan mendekati, aq selalu tergantung intuisi “itu wanita ku”, tapi kenapa ya aq belum pernah dapat intuisi “itu istriku”. Tapi, dibalik itu semua, kebebasan ini memang menyenangkan. Mau jalan dgn 10 cwek pun gak masalah, tp…
Ditulis dalam Catatan Pemikiran | Leave a Comment »