BERCERMIN PADA “CERITA” (resensi yang ku kirim ke media)


BERCERMIN  PADA “CERITA”

Judul:Cerita dari Tanah Sufi

Penulis: Erol Beymen

Penerbit: Nirwana, Yogyakarta

Cetakan: I, Mei 2003

Tebal: xi + 125 halaman

            Dalam wacana sufisme, kisah atau cerita berada pada “tempat-tempat” yang unik. Cerita tidak sekedar menjadi sekadar dongeng untuk anak-anak menjelang tidur, tapi menjadi pegangan dalam melaksanakan dakwah mereka. Tak hanya diserambi-serambi pendidikan resmi seperti pengajian-pengajian pesantren, tapi juga dalam keluarga. Cerita menjadi suatu “teknologi” yang cukup ampuh dalam rangka mengajak orang untuk mengikuti  nilai tertentu. Dengan cerita orang tidak merasa digurui untuk mengikuti suatu nilai, terutama sekali nilai-nilai religius.

            Buku yang ditulis oleh Erol Beyen, berisi kumpulan-kumpulan cerita yang diambil dari kisah para sufi jaman dulu seperti Jallaluddin Rumi, Faridudin Attar, Haidar Ali Jan, dan lainnya. Cerita-cerita yang ada pada buku ini terbagi lima jenis yaitu, mitos, hikayat, fabel, cerita rakyat, dan dongeng. Mitos adalah cerita-cerita legenda yang diciptakan orang-orang dimasa silam untuk menjelaskan misteri-misteri hidup, kematian, awal dunia, dan kekuatan alam. Karena mereka sulit memahami misteri-misteri ini mereka menciptakan cerita-cerita imajiner. Berbagai jenis mitos diciptakan tentang satu hal yang sama di berbagai belahan dunia dan mitos-mitos ini pula yang memunculkan beragam agama diberbagai belahan dunia.

            Salah satu bentuk mitos ini ada pada cerita yang berjudul “Ibnu Sina dan Burung Milik Attar. Pada cerita itu dikisahkan tentang persamaan kisah yang telah diciptakan oleh Ibnu Sina yang berjudul “The Recital of the Bird” dan karya Faridudin Attar yang berjudul “The Conference of the Bird”. Ibnu Sina dan Faridudin Attar sama-sama menggunakan burung sebagai simbol, karena gambaran makhluk yang suci pada saat itu terlihat pada sayapnya. Sayap dipandang sebagai hal yang paling ilahiah di antara semua hal yang bersifat badaniah, dam ketika jiwa benar-benar bersayap ia dikatakan melayang keatas dan menjadi penguasa alam semesta (hal 9-11).

            Kata hikayat aslinya digunakan untuk cerita tentang perbuatan heroik  dari seorang pahlawan Norwegia pada abad pertengahan. Lambat laun, hikayat diartikan sebagai cerita berkejadian panjang tentang sebuah keluarga, kelompok sosial, atau dinasti dengan beberapa bab, bagian syair atau jilid. Secara            keseluruhan hikayat berdasarkan sebuah kisah nyata. Salah satu hikayat di buku ini ada pada cerita yang berjudul “Wol yang Tebal”. Cerita ini mengkisahkan sekelompok domba yang menghasilkan wol yang ajaib. Bila menggunakan pakaian dari wol itu, seseorang dapat mengetahui apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang lain. Namun dibalik keajaiban itu tak ada seorang pun yang ingin mengetahui sebab itu semua, hingga seseorang berhasil menemukan domba itu dan diberikan sumber keajaiban itu (hal 32-36).    

            Jenis cerita berikutnya adalah fabel. Fabel merupakan dongeng pendek yang melibatkan binatang sebagai tokoh utama dan membawa pesan moral bagi pembacanya. Fabel merupakan sumber bagus yang mengajak menuju kearifan, kebijaksanaan dan sifat-sifat mulia lainnya. Fabel yang dimuat dalam buku ini menceritakan tentang tiga ekor ikan yang mencoba menipu seorang  nelayan yang bernama Noddy yang sedang menjaring ikan disebuah sungai. Inti cerita ini adalah seseorang pasti tak ingin tertipu untuk ketiga kalinya (hal 99-102).

            Cerita rakyat adalah cerita-cerita imajiner ringan yang disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi. Cerita rakyat begitu populer karena cerita tersebut begitu menggambarkan harapan dan ketakutan manusia umumnya dengan cara alamiah. Salah satu kisahnya adalah cerita tentang teh. Teh merupakan salah satu barang yang langka dan hanya bisa ditemukan didaerah cina. Pada suatu hari ada seorang raja mengirim utusan ke Cina untuk mencari teh yang konon merupakan minuman mulia. Disana mereka diberi oleh-oleh teh, ketika mereka pulang kepada raja diperjalanan mereka melihat penduduk sekitar minum teh dan akhirnya mereka tidak jadi memberikan the itu kepada raja. Namun dalam perjalanan itu mereka juga melihat suatu pertengkaran namun pada akhirnya mereka berdamai setelah minum the. Sejak saat itu the menjadi minuman yang digunakan untuk perdamaian (hal 112-116).

            Jenis cerita yang terakhir adalah dongeng. Dongeng merupakan cerita-cerita magis tentang peri. Peri adalah makhluk imajiner kecil dengan kekuatan supranatural. Peri dipercaya sangat cantik dan mempesona. Peri memmbantu manusia ketika sedang dalam keadaan yang baik, tetapi mereka membahayakan orang-orang jahat yang menggunakan kekuatan supranatural mereka ketika mereka marah. Peri dipercaya memiliki sayap dan tinggal di sebuah negeri yang disebut “Negeri Peri. Kisah dongeng ini sangat digemari anak-anak karena kekuatan magis dan pesona yang dimilikinya (hal xi).

            Kelima cerita tersebut terlihat tidak ada yang istimewa. Tetapi Kahlil Gibran menyatakan bahwa cerita memiliki dua keistimewaan. Pertama, dalam kisah ada drama kehidupan. Dunia ini seperti panggung permainan dan manusia belajar dari drama itu. Kedua, bercerita atau mendengarkan kisah sudah menjadi fitrah secara intrinsik dalam diri manusia. Ada seseorang mengatakan bahwa manusia adalah homo fabula (makhluk pengisah) dan homo mimesis ( makhluk yang selalu meniru sesuatu yang dikagumi). Untuk memperkaya wawasan hidup dan imajinasi, manusia memerlukan sebuah cerita.

            Kisah adalah cermin. Karena itu para penganut sufi menciptakan cerita-cerita yang didalamnya terdapat kisah kehidupan kita yang kadang mau tidak mau kita harus mengakui bila kita melakukan hal yang serupa. Maka demikianlah, mengapa banyak orang seperti terbawa hanyut ketika kisah dituturkan. Apalagi bila cerita itu dituturkan dengan seni bertutur yang indah dan menarik. Dan umumnya bentuk kisah itu sederhana, namun darisanalah bertaburan nilai-nilai luhur yang tak terhingga.         

 

 

 

Pengirim:

Nama               : Faiz Mudhokhi

Alamat             : Terban GK V / 169 Yogyakarta 55223

e-mail               : faizgibran@yahoo.com 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s