MENCINTAI ROSULULLAH (sebuah resensi yang ku kirim ke media)


MENCINTAI ROSULULLAH
Judul: Sesungguhnya Dialah Muhammad (Sebuah Novel)
Penulis: Idrus Shahab
Penerbit: Pustaka Hidayah, Bandung
Cetakan: II, Februari 2003
Tebal: 310 halaman
“Seorang hamba tidak dianggap beriman sampai dia mencintaiku (Nabi SAW)
lebih dari keluarganya, hartanya, dan semua manusia”
(Hadist muttafaq’alaihi dari Anas)
Telah menjadi kesepakatan kaum muslimin, bahwa mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah wajib hukumnya. Abu Razin al-Uqaili pernah bertanya kepada Rasulullah SAW., “Wahai R asulullah, apa yang disebut iman?” Beliau Saw. menjawab, “Menempatkan Allah dan Rasul-Nya dengan kecintaan yang lebih daripada selain Allah dan Rasul-Nya.” (HR Ahmad). Dalam hadist lain Rasulullah pernah bersabda “…cintailah aku karena Allah mencintai aku”. Hadist tersebut menegaskan bahwa Mencintai Rasulullah SAW sebenarnya merupakan bukti kecintaan kepada Allah.
Salah satu tanda cinta kepada Rasulullah SAW adalah adanya perasaan rindu kepada beliau dan timbulnya perilaku meneladani beliau. Dalam diri Rasulullah SAW terdapat banyak sekali nilai-nilai luhur dan nilai budi pekerti yang tidak mungkin selesai untuk diungkapkan. Sebut saja Ibn Hisyam, at-Tirmidzi, Rasyid Ridho, bahkan orang barat pun mulai mengungkapkan nilai luhur beliau seperti Tor Andrae, Maxime Rodinson hingga Karen Armstrong. Mereka berusaha menggambarkan sosok pribadi agung Nabi Muhammad SAW, dan semuanya itu tak sanggup melukiskan keindahan, keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan pribadinya.
Dilatar belakangi sebab itu penulis mencoba untuk mengungkapkan beberapa tetes dari samudra keluhuran dan keagungan budi pekerti beliau. Buku ini merupakan sebuah novel yang menceritakan perjalanan penulis ke India dan disana penulis bertemu dengan seorang syaikh yang bernama Jamaluddin Rampoory. Dia adalah seorang ulama yang mengajar di Pesantren Miftahul ‘Ulum di daerah Lucknow India.
Pertemuan penulis dengan Syaikh membuat penulis lebih menyadari bahwa dalam diri Rasulullah SAW terdapat banyak sekali nilai luhur dan budi pekerti yang selama ini hilang karena penulis sebelumnya tinggal di Jerman yang notabene kota yang sudah metropolis dan jauh dari suasana religius.
Diskusi pertama yang dilakukan penulis terjadi ketika penulis berada di perpustakaan milik syaikh. Pada saat itu penulis membaca sebuah tulisan dr. Jamieson yang menjelaskan bahwa, mandi merupakan hal yang sangat berharga karena tidak hanya membersihkan kulit tapi juga menguatkan kulit, menyegarkan badan, dan merangsang alat pencernaan dalam pertukaran zat….(hal 33).
Setelah itu syaikh menjelaskan bahwa sebelum orang Eropa pada abad pertengahan menyatakan bahwa mandi itu sangat penting, Rasulullah SAW telah memerintahkan umatnya untuk membersihkan seluruh badan dengan air dalam hal coitus, menstruatie, dan puerperium. (hal 34). Karena diskusi tersebut penulis mulai menyadari tentang kebenaran-kebenaran tentang Rasulullah SAW yang selama ini hilang.
Pada akhir cerita, penulis akhirnya meninggalkan India setelah belajar disana selama satu bulan. Pada saat perpisahan syaikh berpesan kepada penulis bahwa ada sedikitnya tanda cinta kepada Rasulullah SAW. Pertama, sangat merindukan pertemuan dengannya dan ingin selalu berada disampingnya. Kedua, dengan ikhlas, rela berkorban harta dan nyawa demi membelanya. Ketiga, melaksanakan perintahnya dan menjauhi laranganya. Keempat, membela sunahnya dan memelihara kelestarian syariatnya (hal 306).
Buku ini jika dilihat dari judul depan akan terlihat bahwa buku ini hanyalah buku tentang kisah-kisah Rasulullah SAW dalam beribadah. Padahal buku ini merupakan sebuah cerita yang menceritakan tentang perintah dalam berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari kita. Buku ini memang sengaja disusun dalam bentuk cerita agar mudah untuk dipahami masyarakat terutama generasi muda sekarang.

Pengirim:
Nama : Faiz Mudhokhi
Alamat : Terban GK V / 169 Yogyakarta 55223
E-mail : faizmh@yahoo.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s