BAGAIMANA CARANYA AKU MERUBAH DUNIA DENGAN GELAR-KU?


IDEALIS. Mungkin itulah yang pertama kali bisa kita katakana jika melihat judul tulisan diatas. Kata diatas aku kutip dari sebuah percakapan sebuah film “Strange than Fiction”. Sepertinya kalimat diatas jarang sekali muncul dalam pikiran kita, dan mungkin kita yang lebih sering hanya berpikir bagaimana kita bisa menyelesaikan kuliah kita. Apakah kita belajar (sekolah, kuliah) hanya untuk lulus, dan setelah itu dipikir nanti aja?a.k.a biarin ngalir aja?

            Menurut saya, pikiran seperti ini seharusnya ditiru oleh generasi kita, jangan cuma nge-seks, dan party-party aja yang kita tiru dari mereka. Kalo kita bisa lihat sekarang, anak-anak SD, SMP, SMA, hanya lebih memikirkan satu hal saja, misal, kalo belajar ya belajar aja, kalo bersenang-senang ya bersenang-senang aja. Sedangkan di Barat sana, pola pengajaran atau pendidikan mengajarkan dua hal, yaitu bersenang-senang dan belajar.

            Apakah orang tua kita pernah melepas keberangkatan kita waktu masih SD ke sekolah dengan kalimat “selamat bersenang-senang ya!”? mungkin malah yang sering dengan kalimat, hati-hati dijalan, belajar yang rajin ya!…ya kan? Seharusnya pola pendidikan atau pengajaran di keluarga haruslah dirombak total dengan juga harus mengadopsi pola pengajaran keluarga Barat.

            Yang jelas, ketika kita di Timur Agama juga menjadi hal yang penting kan?! Jadi ada 3 hal kita harus tanamkan pada anak, Agama, Belajar, dan Bersenang-senang. Jangan sampai kita ketinggalan ilmu dari Amerika,!

            Yang sangat ironis, saat ini di Indonesia sedang maraknya atau lagi trend anak muda itu harus sudah pernah ML atau udah pernah ciuman bibir dengan bibir, sekarang di Amerika sudah mulai mengkampanyekan untuk menjadi perawan sampai menikah. Aneh bukan?! 

            Mungkin, sekarang di Amerika warganya lagi mendapatkan hidayah, sedangkan di Indonesia malah meninggalkan hidayah yang sudah ditanamkan sejak kita kecil, salah satu contoh kecil adalah menjaga keperawanan atau keperjakaan kita, bukankah dalam agama tidak ada yang menganjurkan untuk ML sebelum menikah?! Ya kan?! Bahkan kita harus menjaga yang satu itu! Tapi pada akhirnya ya lakum dinukum wal yadin, a.k.a bagiku agamamu bagimu agamamu, a.k.a elo ya elo, gw ya gw!

            Hahahahahahahahahahahaha…………..!!!!!!!!!!!!!!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s