Sebuah Laporan Praktikum Konseling


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada ahkikatnya manusia adalah makhluk yang berpikir sehingga dengan cara berpikirnya itu individu mengalami masalah dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang menerpa dirinya.

Melihat kondisi yang saat ini mulai banyak menimbulkan permasalahan-permasalahan bagi diri individu yang tidak mampu menetralisir setiap perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya, dan permasalahan yang dihadapi jaman sekarang sangatlah kompleks. Dengan persoalan-persoalan yang kompleks inilah sangat dibutuhkan tenaga ahli yang benar-benar mampu melihat kembali kondisi yang terjadi dalam masyarakat saat ini. Sehingga dalam hal ini konselor memiliki suatu tujuan agar individu yang mengalami masalah dapat menyelasaikan permasalahannya dengan sendirinya.

Konseling dalam hal ini merupakan salah satu cara yang baik dalam memantu individu dalam memecahkan dan mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi saat ini dengan memfungsikan dirinya sendiri. Dalam hal ini upaya yang dapat dilakukan dalam konseling untuk membantu individu yang memiliki masalah,serta hambatan-hambatan yang dialami oleh individu serta mampu memandirikan individu agar mampu menjawab pertanyan-pertanyaan yang terjadi pada individu itu sendiri dan agar menciptakan mental yang baik. Sehingga konselor dituntut agar mampu tampil maksimal dalam membantu klien yang menghadapi masalah, baik itu dari segi teknik konseling dan penguasaan berbagai macam keterampilan-keterampilan dalam konseling. Dengan karekter individu yang sangat bermacam ragam, maka konselor dalam membantu lien dapat melakukan membantu penyelesaian masalah yang dihadapi degan berbagai pendekatan-pendekatan yang ada dalam konseling. Hal inilah yang membuat begitu sangat pentingnya dilakukan praktikum konseling bagi mahasiswa, karena dengan adanya praktikum konseling tersebut dapat menambah pengalaman-pengalaman calon konselor (mahasiswa) tentang berbagai macam masalah serta pendekatan-pendekatan-pendekatan apa yang terbaik untuk dilakukan dalam membantu klien dalam menyelesaikan permasalahannya, serta mahasiswa dapat belajar bagaimana menciptakan hubungan baik kepada klien selama konseling dan sesudah konseling dan juga dapat menimbulkan rasa kepuasaan konseling terhadap diri klien.

B. Arti Praktikum Konseling

Arti dari praktikum sendiri sangat banyak dan begitu membantu mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya menghadapi tantangan kerja salah satunya adalah dalam melakukan praktik konseling. Dengan dilakukannya praktikum konseling ini sendiri mahasiswa mampu melihat berbagai macam ciri-ciri karekter individu dalm menghadapi masalah yang dihadapinya. Serta praktikom konseling yang selama ini dilakukan sangat banyak memiliki manfaat, dimana mahasiswa mampu mengaktualisasikan dirinya dengan apa yang selama ini mahasiswa dapat dalam berbagai teori-teori psikologi dalam menangani individu yang mengalami masalah. Sehingga praktikum konseling yang telah dilakukan dapat dijadikan permulaan dalam menghadapi dunia kerja dan mampu menjadi bekal dalam melakukan konseling setelah kerja nantinya dan juga dapat menumbuhkan kemandirian pada diri mahasiswa itu sendiri.

C. Tujuan Praktikum Konseling

Praktikum konseling ini mempunyai tujuan:

1. Melatih mahasiswa agar mampu menerapkan keterampilan yang telah didapat dalam praktikum koseling.

2. Melatih mahasiswa agar tepat dalam menggunakan pendekatan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi klien.

3. Memberikan pengalaman dalam membantu dalam penyelesaian masalah.

4. Melatih mahasiswa agar dapat menciptakan hubungan yang baik dengan klien sehingga proses konseling dapat berjalan lancar.

5. Melatih mahasiswa dalam mengidentifikasi, prognosis dan mendiagnosis masalah-masalah yang dihadapi nantinya.

D. Isi/Materi Praktikum Konseling

Praktikum konseling yang telah saya lakukan sebagai berikut:

1. Praktikum Konseling Individual dengan Pendekatan psikoterapi manusiawi (Humanistik Psychoterapi).

Psikoterapi manusiawi ini dituangkan oleh Maslow pada tahun 1908-1970, adapun dasar falsafahnya phenomenology, yang menganggap manusia pada dasarnya baik dan layak dihormati dan mereka akan bergerak kepada arah realisasi potensi-potensi mereka, manakala kondisi lingkungannya memberikan kemungkinan.Humanistic Psychoterapi disini menekankan pada segi self (aku) dari individu sendiri, jadi Maslow mengatakan bahwa konsep utama yang dianut adalah usaha untuk mengerti manusia sebagaimana adanya, mengetahui mereka dari realitasnya, melihat dunia sebagaimana mereka melihatnya, memahami mereka bergerak dan mempunyai keberadaan yang unik, konkrit dan berada pada teori yang abstrak. Yang intinya dari humanistic psychotherapy ini adalah memanusiakan manusia. sehingga Maslow menawarkan teknik melukan penyelesaian dalam konseling humanistic ini adalah Acceptence, respect, understanding, reassurance, encouragement, limited quetioning,refleksion. Yang kesemuanya ini dimaksudkan agar dalam melakukan konseling seorang knselor dapat menjadikan hal diatas sebagai acuan. Sehingga diharapkan dengan konseling tersebut mampu memperbaiki dan mengubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandangan-pandangan individu, yang tidak atau kurang sesuaidengan dirinya, agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualisation seoptomal mungkin dan membantu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau, menurut kondisi dirinya serta mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya, dan menerima keadaan dirinya menurut apa adanya Saya adalah saya.

2. Praktikum Konseling Individual dengan Pendekatan Psycho Analisis.

Tokoh psycho Analisis ini adalah Sigmund Freud (1956-1939) adapun tujuan dari psychoanalysis adalah untuk menolong individu mendapatka pengertian yang terus-menerus dari pada mekanisme penyesuaian diri mereka sendiri dan dengan demikian menolong mereka menyelesaikan masalah dasar yang mereka hadapi dan membentuk kembali struktur karakter individual dengan menggunakan yang tak sadar menjadi sadrar pada diri klien. Proses konseling ini berpusat pada penghidupan kembali pengalaman-pengalamannya terdahulu. Jadi dalam hal koseling menasosiasikan secara bebas apa yang telah dialaminya. Dengan pendekatan psikoanalisis tersebut dapat kita ketahui bahwa timbulnya alam ketidaksadaran pada diri individu. Sehingga individu disuruh untuk mengungkapkan segala apa saja yang telah terjadi dalam dirinya selama ini yang dapat menyebabkan individu itu sendiri mengalami masalah serta koselor mampu mengungkap apa yang terkandung dibalik cerita klien dalam asosiasi bebas, kemudian konselor berusaha agar klien dapat mengungkapkan apa yang selama ini yang menjadi impiannya. Dengan konseling ini diharapkan menolong individu mendapatkan kesadaran diri, kejujuran da hubungan personal yang efektif, menciptakan hubungan kerja dengan klien dan kemudian banyak mendengar, kemudian mempercepat menimbulkan bahan-bahan yang tidak disadari oleh klien, kemudian melihat dari ketidakkonsistenan cerita klien, sambil menyisipkan makna dan asosiasi bebas klien dengan teliti. Dengan hal ini diharapkan mampu mengajar klien tentang makna proses yang berlangsung sehinnga klien memperoleh insigh atas masalah yang dihadapi dan juga meningkatkan kesadaran klien atas cara-cara perubahan, dengan demikian memperoleh kontrol rasional yang lebih banyak lagi.

3. Praktikum Konseling Bebas

a. Pendekatan yang saya lakukan adalah denga Rational emotif Theraphy (RET), teknik yang saya tampilkan adalah teknik Behavioristik seperti Reinforcement

b. Masalah yang Dihadapi Klien

Klien merasa ketidak adilan terjadi pada dirinya, dimana klien beranggapan bahwa klien tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya, yang sama seperti apa yang didapatkan oleh saudara-saudaranya. Sehingga klien merasa disisihkan dalam keluarga, akibatnya dari rasa tersisih ini klien terhambat dalam msngikuti studinya.

4. Praktikum Konseling Kelompok

Kegiatan yang dilakukan:

a. Adanya kesepakatan masalah yang akan dibahas antara konselor dan anggota kelompok dalam konseling kelompok.

b. Mengadakan perjanjian batas waktu dalam melakukan konseling kelompok tersebut antara konselor dan anggota kelompok.

c. Konselor aktif.

d. Konselor sebagai mediator

e. Anggota kelompok kemudian mengungkapkan permasalaha-permasalahan yang dihadapi sesuai dengan masalah yang diangkat dalam konseling kelompok dan yang telah disepakati bersama.

f. Terjadinya diskusi dalam konseling kelompok, antara anggota kelompok dan juga konselor.

g. mengakhiri konseling kelompok

Dalam konseling kelompok ini, masalah yang dingkat adalah tentang bagaimana kita sebagai seorang mahasiswa mempersiapkan masa depan kita dengan sebaik-baiknya.

E. Manfaat Konseling

Ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari praktikum konseling ini, antara lain:

1. mampu melatih mahasiswa dalam menghadapi klien yang unik dan masalahnya sehingga dapat memberikan bantuan secara cepat dan tepat, dengan tidak menghilangkan kemampuan yang ada didalam diri individu itu sendiri.

2. Dapat membantu mahasiswa untuk mengurangi kesalahan-kesalahan dalam konseling.

3. Masiswa mampu mengetahui dan melakukan bagaimana proses konseling secara baik dan benar.

4. mahasiswa mampu mengetahui bagaimana melakukan pendekatan yang tepat bagi masalah-masalah klien, serta menerpkan ketrampilan konselingnya.

BAB II

PRAKTIKUM KETRAMPILAN KONSELING

Adapu keterampilan dalam praktikum koseling sebagai berikut :

1. keterampilan dalam membuka percakapan.

2. keterampilan berpenampilan.

3. keterampilan dalam melakukan kontak mata.

4. keterampilan dalam bahasa tubuh.

5. keterampilan dalam menghadapi klien.

6. keterampilan dalam duduk yang baik dan benar.

7. keterampilan dalam melakukan konfrontasi.

8. keterampilan dalam memberikan reinforcment.

9. keterampilan dalam memberikan respect.

10. keterampilan dalam membuat kesimpulan.

11. keterampilan dalam memberikan dorongan.

12. keterampilan dalam menutup percakapan.

BAB III

PRAKTIKUM KONSELING PENDEKATAN HUMANISTIK

A. Identitas

Nama Praktikan : Pirman Mulatua Ritonga

Nama Klien : Moch Alex Farhan

B. Pendekatan yang digunakan

1. Latar Belakang

Usaha yang dilakukan dalam membantu memecahkan masalah manusia tidak mungkin dapat dilakukan tanpa mengenal dengan baik tentang manusia itu sendiri. Unik dan rumitnya perihal manusia sebagai makhluk dan individu, telah melahirkan bermacam-macam konsep dan pandangan. Manusia memiliki kemampuan untuk merefleksikan dirinya, kemampuan aktualisasi diri potensi-potensi kreatif dan juga kekhususan manusia, yaitu menentukan bagi dirinya sendiri secara aktif. Sehingga yang membuat manusia mengalami masalah adalah kekuatan jahat, destruktif dan berbahaya adalah lahir dari lingkungan buruk dan tidak inheren dalam diri manusia. sehingga humanistic tersebut lebih menekankan pada pengaktualisasian diri dala menghadapi maslah dan memandang manusia dalam melakuakan konseling dari kliennya itu sendiri.

2. Konsep Dasar

Manusia juga sebagai individu yang merupakan problem yang unik dari exsistensi kemanusiaan, manusia sebagai makhluk hidup yang mampu mengerjakan apa yang dapat ia kerjakan dan sebaliknya, serta manusia memiliki sifat yang tidak pernah statis.

3. Tujuan

1. Mengoptimalkan kesadaran individu akan keberadaannya,dan menerima dirinya menurut apa adanya. Saya adalah saya.

2) Memperbaiki dan merubah sikap, persepsi, cara berpikir, keyakinan serta pandanan-pandangan individu, yang kurang atau tidak sesuai dengandirinya, agar individu dapat mengembangkan diri dan meningkatkan self actualisation.

3) Manghilangkan hambatan-hambatan yang dirasakan dan dihayati oleh individu dalam proses aktualisasi tersebut.

4) Membnatu individu dalam menemukan pilihan-pilihan bebas yang mungkin dapat dijangkau menurut kodisinya.

5. Teknik yang dipakai

a. Acceptence (penerimaan)

b. Respect (rasa hormat)

c. Understanding (mengerti atau memahami)

d. Encouragement (memberikan dorongan)

e. Limited quetioning (pertanyaan terbatas)

f. Reflection (memantulkan perasaan)

F. Masalah

Klien merasa susah/sulit dalam menentukan pilihan atau membuat keputusan.

G. Dialog

Tokoh

Dialog

Keterangan

Keterampilan

Klian

Tok tok….assalualaikum

Konselor

Waalaikummussalam silahkan masuk mas

Koselor bergegas berdiri dan membuka pintu

Membuka percakapan

Klien

Terimakasih pak

Klien menganggukkan kepala

Konselor

Silahkan duduk mas

Konselor menawarkan klien untuk duduk

Klien

…………………

Menganggukkan kepala dan langsung duduk

Konselor

Gimana tadi perjalanannya?lancar!

Klien

Alhamdulillah lancar pak

konselor

Oh ya! Perkenalkan nama saya pirman mulatua ritonga. Tapi, mas bias sapa saya dengan panggilan pirman aja.

Klien

…..

Terdiam dan menganggukkan kepala

Konselor

Mas sendiri lebih suka dengan panggilan apa ya?

Klien

Farhan aja pak!

konselor

Baiklah mas farhan! Masfarhan baru dari mana nih.

Klien

Saya dari kampus pak

Klien mulai menunjukkan tanda-tanda dari rayt wajahnya

Konselor

O….mas farhan kuliah dimana

Klien

Saya kuliah di UNY pak

Menunjukkan wajah murung

Konselor

Emm..mas farhan mengambil jurusan apa di UNY

Klien

Saya ambil jurusan akuntasi pak!

Konselor

Ohh…mas farhan sudah semester berapa sekarang?

Reinforcment

Klien

Saya sudah semester enam pak!

Konselor

Ya..ya..ya. lalu bagaimana dengan kuliah mas farhan saat ini?

Konfrontasi

Klien

Ya begitulah pak!

Kembali menunjukkan wajah melasnya

Konselor

Maksud mas Farhan

Klien

Iya pak! Saya merasakna belum mendapatkan apa-apa selama saya mengikuti perkuliahan.

Konselor

Oh…Begitu ya..

Klien

Iya pak! Dan saya merasa tidak semangat dalam mengikuti perkuliahan

Konselor

Kenapa bias seperti itu?

Limited quetioning

Klien

Karena saya tidak menyukai apa yang saya ambil sekarang

Konselor

Oh begitu ya, jadi kenapa anda mengambilnya?

Reflection

Klien

Begini pak! Orang tua sayakan seorang pegawai negri disalah satu universitas ngri di jogja ini, orang tua saya mengharapkan saya agar menjadi penerusnya kelak, dan ibu saya juga mengatakankalau saya menjadi pegawai negri kelak saya akan mendapatkan jaminan hidup….

Klien mengutarakan dengan nada lemas

Konselor

Emm..jadi orang tua mas farhan berharap agar mas farhan mendapatkan jaminan hidup kelak. Gitu ya?

Understanding

Klien

……….

Terdiam sambil mencoba memahami keadaan

Konselor

Apakah mas farhan pernah membicarakan hal ini dengan orang tua mas farhan?

Respect

Klien

Belum pak!

Menggelengkan kepala

Konselor

Kenapa?

Limited quetioning

Klien

Saya merasa takut pak! Bila nantinya orang tua saya marah

konselor

Marah kenapa?

Kliien

……….

Terdiam kembali

Konselor

Apakah menurut anda dengan kita mengatakan hal yang benar itu, kita akan dibenci atau malah dianggap durhaka karena tidak mengikuti apa yang dikatakan orang tua?begitu ya!

Konfrontasi

Klien

……

Kembali termenung

Konselor

Saya mengerti apa yang anda alami saat ini. Dimana mas farhab sebenarnya tidak menyukai apa yang diajukan orang tua mas farhan. Tapi, mas farhan tidak erani untuk mengatakannya.

Membuat ringkasan

Klien

Benar pak!

Konselor

Mas sering ngobrol dengan orang tua mas farhan?

Klien

Lumayan sering pak!

Menganggukkan kepala

Konselor

Apakah orang tua mas farhan pernah melarang mas untuk menyampaikan pendapat mas sendiri?

Memberikan dorongan

Klien

Tidak pak!

Meggelengkan kepala

konselor

Jadi!

Klien

……

Diam dan termenung

konselor

Saya merasa mas farhan sudah mengerti apa saya bicarakan.

Klien

Sudah pak!saya akan memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada orang tua saya…

Menunjukkan tanda-tanda optimis

Konselor

Benar!mas farhan ternyata anak yang cerdas dalam menganalisa sesuatu hal….

Klien

….

Tersipu malu

Konselor

Oh ya bagaimana hubungan mas farhan dengan teman-teman kampus mas farhan sendiri.

Menutup percakapan

Klien

Alhamdulillah baik pak….

Konselor

Apakah ada yang ingin mas farhan ungkapkan lagi?

Klien

Tidak pak!terimakasih ya pak atas diskusi kita kali ini

Menganggukkan kepala

Konselor

Saya juga terimakasih karena mas farhan sudi tukar pikiran dengan saya…

Klien

……

Terdiam dan menganggukkan kepala

Konselor

Gimana, mas farhan masih ada kuliah lagi?

Klien

Oh ya ada pak! Makasih ya pak sudah ngingetin saya….

Konselor

…….

Terdiam sambil tersenyum

Klien

Saya permisi dulu pak!

Bergegas untuk bangkit dari tempat duduk

Konselor

Oh ya! Mari mas. Tapi, kalau nantinya mas memerlukan saya lagi ya jangan sungkan-sungkan untk menghubungi saya lagi………

Klien

Permisi pak! Assalamualaikum?

Mengulurkan tangan

Konselor

Waalaikummussalam, hati-hati ya mas, dan semoga berhasil

Menyambut tangan klien

BAB IV

PRKTIKUM PENDEKATAN KONSELING PSIKOANALISIS

A. Identitas

Nama Praktikan : Pirman Mulatua Ritonga

Nama Klien : Moch Alex Farhan

B. Pendekatan yang digunakan

1.Latar Belakang

Penemuan tentang energi sebagi suatu kumpulan yang dapat diubah bentuknyatetapi tidak dapat dihancurkan. Frued juga berpendapat bahwa histeri dapat disembuhkan melalui bentuk asosiasi bebas, dalam hal ini klien diminta agar mengutarakan apa saja yang terlintas dalam benaknya, tentang masalah yang dihadapinya.

2.Konsep Dasar

a. Hakikat manusia berdasar pada sifat-sifat

anti rasionalisme,

mendasari tindakannya dengan motivasi yang tak sadar, konflik dan simbolisme.

Manusia secara esensial bersifat biologis,

Semua kejadian psikis ditentukan oleh kejadian psikis sebelumnya,

Kesadaran merupakan suatu hal yang tidak biasa dan merupakan proses mental yang berciri biasa.

b. Kepribadian seseorang memilki tiga (3) unsur yaitu :id, ego dan super ego. Id adalah sumber dari pada segala dorongan instinktif, ego adalah pengatur atau mediator antara dorongan-dorongan dengan tuntutan kenyataan atau lingkungan. Super ego adalah, fungsi moral, ideal dan biasanya merupakan warisan dari ayah.

3.Tujuan

Tujuan dari psikoanalisis tersebut adalah untuk menolong individu untuk mendapatkan pengertian yang terus menerus dari pada mekanisme penyesuaian diri mereka sendiri dan dengan demikian menolong mereka menyelesaikan masalah dasar mereka hadapi dan juga untuk membentuk kembali struktur karakter individual dengan menggunakan yang tak sadar menjadi sadar pada diri klien.

4.Teknik yang dipakai

a. Asosiasi bebas

b. Interpretasi

c. Analisis mimpi

d. Analisis dan interpretasi atas resistensi

e. Analisis dan interpretasi atas transferensi

5.Keterampilan

C. Masalah

Klien merasa sulit dalam membuat keputusan. Dimana klien sudah terlajur dekat dengan sorang gadis, sementara gadis tersebut secara tidak langsung terus meminta keputusan dari klien tersebut, sementara sang klien tidak menyukai gadis tersebut.

D. Dialog

Tokoh

Dialog

Keterangan

Keterampilan

Teknik

Klien

Tok tok tok Assalamualaikum

Konselor

Waalaikumussalam

nada ramah, kemudian Ko membukakan pintu. Silahkan masuk mas.

Klien

Terdiam dan kemudian masuk ruangan

Ramah

Senyum

Konselor

Silahkan duduk mas

Klien

Terimakasih Pak!

Konselor

Bagaimana kabar anda?

Membuka percakapan

Klien

Yah beginilah Pak!

Konselor

baiklah, oh ya saya harus menyapa anda dengan sebutan apa?

Klien

Farhan aja Pak

Konselor

kalau saya cukup dengan firman aja. Kalau boleh tau, anda barusan dari mana ya?

Klien

saya baru dari kampus Pak.

Konselor

ooo?mas farhan kuliah dimana?

Klien

saya kuliah di UNY

Konselor

apakah anda masih ada kuliah lagi?

Klien

Iya Pak! Nanti jam 2,30

Konselor

kalau begitu bagaimana kalau kita mulai sekarang aja, soalnya nanti malah anda keburu-buru kuliah.

Klien

baiklah Pak.

Konselor

Ko: sekarang apa yang membawa anda datang kesini?

Klien

begini Pak.

Konselor

hanya terdiam sambil menunggu lanjutan dari pem bicaraan

Klien

Akhir-akhir ini saya sulit menentukan keputusan buat diri saya sendiri.

Asosiasi bebas

Konselor

memangnya anda selama ini bagaimana?

Klien

Biasanya saya tidak begitu memperhatikan pendapat orang lain tentang apa yang saya putuskan.

Konselor

lalu?

Klien

tapi kali ini kenapa ya Pak, saya kok begitu takut tuk mengambil keputusan.

Konselor

memangnya ada apa dengan anda saat ini.

Interpretasi

Klien

……..

terdiam

Konselor

apakah apa yang anda utarakan tadi, ada kaitannya dengan seseorang?

Klien

Benar Pak……

raut waja murung

Konselor

seseorang itu apakah seorang wanita?

Klien

bener Pak

Analisis mimpi

Konselor

tentunya dia seorang yang spesial buat anda Bukan.

senyum

Klien

mungkin seperti itu

Konselor

memangnya apa yang terjadi antara anda dengan sidia

Klien

begini pak! Belum lama ini saya dekat dengan seorang wanita, kemudian kami sering jalan bareng.sampai-sampai teman-teman saya beranggapan kalau saya dengan dia sudah resmi pacarann. Tapi pada kenyataannya tidak pak. Saya hanya ingin berteman aja sama dia.

Konselor

lalu apa?

Klien

saya hanya menganggap dia sebagai teman saja. Karena kalau saya ngobrol sama dia sepertinya enak gitu Pak. Tapi hanya sebatas itu pak.

Konselor

lalu dia menganggap anda sebagai apa?

Klien

………….

terdiam sambil termenung

Konselor

apakah anda beranggapan kalau sidia itu “menyukai” anda?

Klien

benar Pak. Soalnya dia pernah mengungkapkan ini kepada saya. Ya walaupun tidak secara terus terang.

Konselor

Emmm, saya mengerti akan masalah yang anda hadapi saat ini. Berarti? Anda tidak mampu mengatakan kepada sidia kalau anda tidak mencintainya, bener begitu? Dan anda merasa tertekan karena hal ini.

Klien

iya Pak!

dengan nada sendu

Konselor

terus sekarang anda pinginnya bagaimana?

Analisisdan interpretasi atastransferensi

Klien

Yah bagaimana saya bisa mengatakan yang sebenarnya tanpa menyakiti hatinya.

Konselor

sekarang apakah anda masih sering jalan berduaan dengan “dia”.

Klien

lumayan sih Pak.

Konselor

trus apakah bila anda jalan berduaan “dia” sering meanagih jawaban dari anda?

Klien

bener Pak. Lalu bagaimana pak agar saya dapat lepas dari perasaan-perasaan bersalah ini?

Konselor

Misalnya ni yah, bagaimana perasaan anda jika anda menyukai seseorang kemudia anda berdua sering jalan dengan dia, lalu apa yang terlintas dalam pikiran anda?

Klien

…….

terdiam

Konselor

Ko: apakah anda merasa kalau dia itu seneng dengan anda!

Klien

Mungkin iya Pak!

Konselor

coba anda renungkan apa yang barusan anda jawab tadi, bila posisi si “dia” saat ini dikaitkan dengan posisi anda. Ya dengan kedekatan anda dengan sidia saat ini.

Analisis dan interpretasi atas resistensi

Klien

………..

berpikir sejenak

Konselor

terus apakah anda akan membiarkan diri anda tuk terus berada pada posisi yang tertekan sampai selamanya!

Klien

Enggak sih Pak.

Konselor

lalu bagaimana anda seharusnya menyikapi permasalahan anda sat ini. Apakah anda sudah mengerti dengan apa yang kita bicarakan ini.

Klien

berarti saya musti mengurangi jalan bareng dengan dia Pak!

Konselor

menurut anda bagaimana.

Klien

……… Iya juga sih Pak. lalu bagaimana dengan nantinya dia masih menggap, saya suka sama dia.

berpikir sejenak dan wajah mulai berseri

Konselor

ya mudah-mudahan saja dengan kurangnya jam bertemu anda dengan sidia Hubungan anda akan semakin melemah.misalnya bila anda miminta sesuatu dengan orang tuan anda?sementara pada saat itu kondisi emosi orang tua anda lagi tidak stabil. Apa yang akan anda lakukan. Apakah anda mengerti.

Klien

saya mengerti Pak. Oh ya pak saya musti harus kuliah lagi.

Konselor

ooo iya anda ada kuliah jam 2,30 ya.

Klien

terima kasih ya pak atas masukannya, insyaallah saya akan mencoba untuk melakukannya.

Konselor

sama-sama. oh ya apapun hasil yang anda terima saya harap anda bisa datang kemari, aya memandang kok saya merasa tertarik dengan masalah anda ini.

dengan suara lembut

Klien

Ah bapak bisa aja. ……. ya udah sekali lagi terima kasih ya pak. Assalamualaikum?

sedikit tersenyum

Konselor

Waalaikummussalam

BAB V

PRAKTIKUM PENDEKATAN KONSELING BEBAS

A. Identitas

Nama Praktikan : Pirman Mulatua Ritonga

Nama Klien : Setya lestari

B. Pendekatan yang digunakan

1. Latar Belakang

Pendekatan CCT (Clien Centered Therapy) berpusat pada klien karena dalam proses konseling, konselor memberikan kesempatan luas kepada klien untuk membuat keputusan. CCT mendasarkan pandangannya pada sifat dan hakekat manusia. Klien diberi tanggung jawab dalam pengambilan keputusan lewat konseling, memberikan kebebasan kepada klien untuk mengekspresikan dirinya dan menentukan cara menyelesaikan maslahnya. Dasar dari pendekatan CCT adalah bahwa ada kekuatan-kekuatan atau kemampuan-kemampuan tertentu dalam diri individu untuk tumbuh dan berkembang, menyesuaikan diri dan memiliki dorongan yang kuat ke arah kedewasaan dan kemampuan-kemampuan tersebut harus dihargai.

2. Konsep Dasar

CCT didasari oleh suatu teori kepribadian yang disebut self theory yang menjelaskan bahwa kepribadian manusia ada 3, yaitu:

a. organisme, merupakan keseluruhan dan kesatuan individu

b. lapangan fenomenal, merupakan keseluruhan pengalaman individu yang sifatnya sadr dan tidak sadar

c. self, merupakan bagian yang berdiferensiasi dari lapangan fenomenal yang terdiri atas pola-pola pengmatan yang sadar serta nilai-nilai dari aku sebagai subyek dan obyek

3. Tujuan

Sesuai dengan konsep dasar CCT, maka tujuan konseling adalah:

a. Memberi kesempatan dan kebebasan kepada individu atau klien untuk mengekspreeikn persaan-perasaannya, berkembang dan terealisasi potensinya.

b. Membantu individu untuk makin sanggup berdiri sendiri dalam mengadakan integrasi dengan lingkuannnya dan bukan pada penyembuhan tingkah laku itu sendiri.

c. Membantu individu dalam mengdakan perubahan dan pertumbuhan.

4. Teknik yang dipakai

a. acceptance (peneriman)

b. respect (rasa hormat)

c. understanding (mengerti, memahami)

d. reassurance (menentramkan hati, meyakinkan)

e. encouragement (dorongan)

f. limited questioning (pertanyaan terbatas)

g. reflection (memantulkan pertanyaan dan perasaan)

C. Masalah

Klien merasa ada ketidak adilan yang terjadi dalam keluarganya, dimana klien merasa dinomerduakan oleh sang ayah dalam pemberian kasihsayang atau perhatian. Hal ini dirasakan klien pada sedikitnya intensitas komunikasi sang ayah terhadap klien,

BAB VI

PRAKTIKUM KONSELING KELOMPOK

A. Pengertian

Konseling kelompok merupakan upaya memberikan bantuan, yang diberikan kepada beberapa klien dalam situasi kelompok yang bertujuan untuk membantu memecahkan masalah, pemahaman diri, dan pencegahannya. Perbedaan essensial antara konseling individual dengan konseling kelompok dilakukan dalam proses dinamika kelompok. Menurut Rohman Natawijaya, konseling kelompok didiefinisikan sebagai upaya bantuan kepada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, dan diarahkan kepada pemberian kemudahan dalam rangka perkembangan dan pertumbuhannya. Masalah-masalah yang dibahas dalam konseling kelompok lebih berpusat pada masalah pendidikan, pekerjaan, sosial, dan pribadi.

B. Perbedaan antara konseling kelompok dengan konseling individual

Perbedaannya dengan konseling individual adalah :

1. Situasi kelompok dalam konseling kelompok melatih kebiasaan hubugan antar anggota kelompok.

2. Menciptakan suasana yang mandiri dan menambah pengalaman.

3. Klien tidak hanya menerima bantuan tetapi juga berusaha membantu masalah orang ;lain.

4. Konselor harus bisa menggolongkan masalah klien dan memahami kepribadian klien yang lebih dari satu orang.

C. Kondisi yang sesuai dengan konseling kelompok

Kondisi yang sesuai untuk melakukan konseling kelompok adalah jika klien memiliki :

1. Belajar memahami orang.

2. Belajar menghargai dan menghormati orang,

3. Mengembangkan ketrampilan orang lain.

4. Diakui keberadaannya.

D. Kelebihan konseling kelompok

1. Memberi kemandiriran kepada klien untuk menyelesaikan masalahnya sendirinya sendiri.

2. Menimbulkan rasa simpati dan saling menghormati pendapat orang lain.

3. Mendorong klien karena dengan konseling kelompok klien dapat lebih sabar menerima cobaan karena ada orang lain yang memiliki maslah lebih berat lagi.

4. Dapat saling memberi pengalaman dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

E. Keterbatasan konseling kelompok

1. Masalahnya lebih kompleks.

2. Perlu adanya penyesuaian karena masalah dan kepribadian klien berbeda-beda satu sama lain.

F. Konselor dalam konseling kelompok

1. Mempunyai kepekaan terhadap apa yang terjadi dalam proses konseling.

2. Menanggapi dan memberi bantuan secara cepat dan tepat.

3. Memberi pengarahan sehingga pembicaraan antara anggota yang satu dengan yang lain saling berkaitan.

4. Selalu membantu klien sesuai dengan tujuan yang di harapkan klien.

G. Prosedur konseling kelompok

1. Mengidentifikasi tujuan setiap kelompok.

2. Mengorganisir kelompok.

3. Pembentukan kelompok.

4. Pelaksanaan konseling kelompok.

H. Pelaksanaan konseling kelompok

1. Pertama-tama Dosen konselor dan mahasiswa membahas apa yang akan dikemukakan yang menjadi masalah dalam praktik konseling kelompok, klien memiliki masalah dalam hal akademis/ ingin menyeleaikan kuliah tepat waktu.

2. Konselor memberi penjelasan dan tujuan dari konseling tersebut.

3. Konselor memberi acara-acara waktu kurang lebih 30 menit.

4. Klien diminta mengungkapkan masalahnya satu persatu yang berkaitan dengan akademis.

2 thoughts on “Sebuah Laporan Praktikum Konseling”

  1. kl masalhnya mengenai,,perasaan bersalah karena kecelakaan adiknya yang meyebabkan kematian, pada saat kecelakaan tujuan nya adalah kerumahnya (kakanya),,pendekatannya kita pakai metode albert ellys bs gak ? tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s