Sebuah Tugas Teknik Konseling


Contoh Kasus:

Seorang siswa SMP kelas 2 mengalami penurunan prestasi belajarnya disekolah, yang biasanya ketika ulangan mata pelajaran selalu mendapat nilai minimal 7, mulai bulan kedua pada semester 1 kelas 2 dia mendapat nilai selalu di bawah 6.

Untuk menangani siswa tersebut, maka dicari data-data yang didapatkan dari beberapa teman dekatnya, dan juga Home Visit pada orang tua pada siswa ini. Data-datanya adalah:

  1. Ibu kandung meninggal ketika dia berumur 4 tahun.
  2. Memiliki ibu tiri dan 2 kakak tiri yang sudah kuliah dan akan selesai kuliah.
  3. Ayah dan Ibu bekerja wiraswasta
  4. Ayah lebih sering diam ketika anaknya bermasalah, hanya diberikan nasehat kemudian di biarkan saja.
  5. Orang tua lebih focus memperhatikan kedua kakaknya yang walau pun kuliah, tapi juga bekerja.
  6. Intensitas bermain tinggi ketika ayahnya mulai menikah satu tahun lalu atau ketika siswa kelas 6 SD.
  7. Lingkungan baru yang sekarang berada di lingkungan atau komplek rumah yang tidak mementingkan sekolah, karena beberapa anak dari keluarga tetangga orang tua siswa ini beberapa putus sekolah ketika SMP.
  8. Mulai akhir kelas 1, mulai senang bermain game..
  9. Ketika berada dirumah, ayah dan ibu tidak ada, dan jarang berkomunikasi dengan mereka.
  10. Mulai akhir kelas 1, sempat beberapa kali membolos sekolah dan mulai awal kelas 2 mulai sering membolos, seminggu hampir 3 kali.
  11. Nilai ulangan dan ujian mid semester 1 kelas 2 banyak yang kurang dari 6, biasanya siswa ini selalu mendapat nilai di atas nilai 7.

Analisis Kasus:

Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa terjadi penururnan prestasi belajar yang sangat drastic. Hal ini dikarenakan, siswa ini biasanya selalu mendapat nilai yang lebih tinggi namun dalam beberapa bulan lalu kemudian mendapatkan nilai yang rendah dalam setiap ulangan atau ujian mata pelajaran.

Dengan kondisi keluarga yang lebih sering bekerja dan jarang komunikasi dengan siswa ini, secara tidak langsung mengganggu perkembangan pendidikan siswa ini. Dan juga pengenalannya dengan game yang membuat dia semakin mengalami penurunan prestasi belajar.

Penyelesaian:

Siswa ini tidak dikontrol oleh orang tuanya sehingga siswa ini mulai mencari perhatian dengan cara menurunkan prestasi belajarnya di sekolah. Walaupun kadang diberi perhatian oleh orang tuanya, namun hanya sebatas nasehat dan kemudian di biarkan begitu saja.

Konselor dalam kasus ini menekankan kepada keluarga atau orang tua siswa untuk bisa memperhatikan perkembangan pendidikan siswa ataupun ketika siswa ini bermain dengan teman sebayanya, dengan jalan sering berkomunikasi dengan dia.

Untuk siswa ini, konselor memberikan remedial karena menginggat siswa ini selalu mendapatkan nilai yang baik kemudian terjadi penurunan, hal ini dapat membuktikan bahwa siswa ini tidak teratur dalam belajar karena ada masalah perhatian keluarga yang tidak didapatkanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s