CERDAS, MANDIRI, BERNURANI (Sebuah Kriteria Pemimpin Muda Masa Depan Indonesia)* (Tulisan Untuk The Next Leaders Metro TV)


Dimulai sejak zaman pergerakan sebelum kemerdekaan, pemuda sudah mulai menunjukkan kekuatannya untuk merebut kemerdekaannya dari para penjajah. Dari saat itulah muncul pemimpin-pemimpin muda yang mampu membawa kemerdekaan bangsa ini. Namun perjuangan itupun luntur terlindas zaman karena ambisi untuk menguasai itu muncul, yang akhirnya membuat mereka turun dengan dari tampuk pimpinan.

Selepas dari itu, muncul pemimpin-pemimpin baru yang ternyata mampu membuat bangsa ini menjadi maju akan pembangunan dan modernitas dalam segala bidang. Tak lama berselang, semuanya pun luntur, karena ambisi untuk menjadi kaya dengan menghalalkan segala cara.

Dalam sejarah kita, ambisi untuk berkuasa dan menjadi kaya merupakan pelajaran yang sangat berharga dalam perputaran roda kepemimpinan bangsa ini. Sebuah perjuangan yang awalnya adalah bentuk kemurnian niat untuk membangun bangsa ini semakin lama kian luntur karena salah satu dari hal itu.

Kita sudah belajar banyak tentang sejarah kepemimpinan bangsa ini, dan sudah banyak pula pengalaman yang kita dapatkan dari itu semua. Dari hal itu, maka sudah sepantasnya jika kita mampu menjadi generasi penerus bangsa yang akan menjadi membangun negeri ini lebih baik.

Kemurnian niat untuk membangun bangsa ini haruslah semakin dipertegas dengan kesiapan mental, terutama untuk para generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini, sehingga sebuatan “macan asia” kembali bangsa Indonesia ini miliki.

Pendidikan, yang selama ini menjadi salah satu pembentuk karakter penerus bangsa, haruslah memiliki pondasi awal untuk melaksanakan pendidikan sebaik-baiknya. Pendidikan budi pekerti yang diajarkan haruslah dapat dilaksanakan dalam kehidupan nyata, dan bukanlah teori “dibangku sekolah” belaka.

Untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang haruslah mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Disiplin adalah kunci awala kesuksesan, begitu kata orang bijak. Ketika kita “lunak” terhadap diri kita, maka hidup akan “keras” terhadap kita, namun bila kita keras terhadap diri kita, maka hidup akan “lunak” terhadap kita, begitu filosofi disiplin dapat dijabarkan.

Kehidupan modern saat ini pun juga harus mampu kita kendalikan, sehingga kita dapat menggunakan segala bentuk modernitas untuk membangun diri kita dan bangsa ini. Bukan justru membuat kita hanyut terhadap kenikmatan modern yang sering kita nikmati dan membuat kita lupa akan jati diri bangsa kita,

Menjadi seorang pemimpin haruslah memiliki kriteria tertentu, agar pada saat memimpin, seorang pemimpin tidak akan “tergoda” dengan hasutan atau rayuan yang akan menjerumuskan dirinya dalam kehancuran. Untuk itu, ada 3 hal yang harus ditanamkan dan dimiliki pada diri seorang pemimpin, khususnya para generasi muda, yaitu:

1. Memiliki Prinsip yang Cerdas

2. Memiliki Sikap yang Mandiri

3. Memiliki Komitmen perilaku yang Bernurani

Ketiga hal ini merupakan sebuah modal dasar seseorang untuk menjadi seorang pemimpin. Pertama, Ketika seseorang memiliki prinsip hidup yang cerdas, maka dia akan berpikir, berbicara dan bertindak cerdas. Sehingga dia tidak akan mudah untuk melakukan sesuatu yang justru akan menghancurkan dirinya, dan masyarakat yang ada disekelilingnya.

Kedua, seorang pemimpin haruslah memiliki sikap yang mandiri, ketika seorang pemimpin tidak memiliki sikap mandiri maka sama saja dia memiliki mental yang lemah yang akan membuat dia dapat diatur oleh sekelompok orang yang memiliki niat buruk. Bentuk dari sikap yang mandiri ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata dengan bentuk ketika kondisi mental seseorang, opini, atau cara berpikir seseorang tersebut direfleksikan dalam perkataan, tindakan, pemikiran dan perilakunya yang mandiri tanpa harus selalu tergantung pada orang lain sehingga terbentuk dalam sikap atau keteguhan tekad.

Ketiga, seorang pemimpin haruslah memiliki komitmen perilaku yang bernurani. Maksudnya adalah ketika seseorang menjadi pemimpin dia haruslah dia mengaplikasikan keyakinan dan kesungguhan dalam hidupnya dalam melakukan sesuatu, sampai tercapainya harapan yang diinginkan tercapai dengan acuan nurani atau perasaan yang tidak akan melukai atau menyakiti orang lain.

Ketiga hal tersebut haruslah dimiliki oleh para pemimpin, terutama generasi muda. Kepercayaan diri bahwa bangsa ini akan “berdiri di kaki sendiri” haruslah ditanamkan sedari awal. Kemiskinan, kebodohan adalah hal yang perlu dilawan, dan harus dihilangkan. Saling tolong-meolong, bergotong-royong, tenggang rasa, toleransi adalah niat suci yang dapat menyatukan bangsa ini untuk maju. Maju menjadi bangsa yang merdeka dari penjajahan, karena penjajahan saat ini bukan lagi perebutan kemerdekaan, akan tetapi penjajahan oleh budaya hedonis dan modernitas yang akan meninabobokan kita. Jangan sampai itu semua terjadi, karena perubahan bangsa Indonesia adalah di tangan kita, generasi muda bangsa Indonesia.

Bahan bacaan:

Mengembangan Kepribadian Prima” Artikel tidak diterbitkan. Oleh Tim Wahana Studi Pengembangan Kreativitas LEMLIT UNY.

“Kepemimpinan” Teori Mata Kuliah Psikologi Sosial oleh Siti Rohmah Nurhayati, M.Si.

“Power in Management : Kekuatan dalam Kekuasaan”. 2003. Pink Books. Oleh John. P. Kotter.

“Menjadi Guru Merdeka: Petikan Pengalaman”. 2001. LKIS. Oleh Ira Shor dan Paulo Freire.


[*] Ditulis oleh Faiz Mudhokhi, mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UNY, tulisan ini ditulis sebagai syarat menjadi nominasi kandidat The Next Leaders Metro TV.

One thought on “CERDAS, MANDIRI, BERNURANI (Sebuah Kriteria Pemimpin Muda Masa Depan Indonesia)* (Tulisan Untuk The Next Leaders Metro TV)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s