TV Kabel itu membodohi kita (sebuah komentar untuk iklan TOP TV)


Ada seorang bapak-bapak yang sedang membeli koran, tiba-tiba, datang presenter TOP TV. Presenter itu bilang “apakah bapak tau? biaya sehari untuk TOP TV sama dengan harga Koran itu?. End of commercial”(kurang lebih iklannya kayak gitu)

Nah, apa yang kalian tangkap dari iklan itu? Ehm, biasa aja?oh, menonton TV lebih enak daripada baca Koran?ah, presenternya kurang cantik? Ih, kok warna bajunya kuning, kayak GOLKAR deh?:-) atau mungkin agak lebih ekstrim dari itu semua?Hmm…wah, ini kampanye negative untuk mengalahkan kampanye membaca nih!

Dari sekian komentar yang mungkin ada, mungkin saya lebih cenderung bahwa iklan itu adalah kampanye negative untuk mengalahkan kampanye budaya membaca. Kenapa? Pasalnya Negara kita kan selama ini bisa dibilang tertinggal jauh keilmuannya dari Negara tetangga, bahkan dulu klo gak salah ada anekdot dari salah satu pelopor penerbit independent di Jogja yang mengatakan, ketertinggalan kita itu kurang lebih 10 tahun. Jadi, dulu kalo misalnya ada buku baru tentang salah satu keilmuan biasanya baru bisa datang ke Indonesia setelah 10 tahun kemudian.

Nah lho…kalo sekarang mungkin sudah gak lagi, soalnya globalisasi sudah mengembara ke semua Negara di dunia. Tapi kita juga sadar kan kalo mungkin baru setelah reformasi kemarin kayaknya Negara kita mulai ada kampanye budaya membaca, tapi kampanye itu pun belum bisa masuk ke semua kalangan dibangsa ini. Kalo gak percaya coba saja lihat sekeliling kamu, apakah lebih banyak yang membaca buku dari pada yang main PS?

Dari hal kecil itulah aku memandang iklan itu kayak gitu, kadang aku heran deh, masak dari dulu kita mau dibodohi terus sih…emang bener kata orang-orang intelektual jika dulu kita dibodohi oleh penjajah belanda dengan menguras kekayaan alam kita, sekarang kita dibodohi oleh penjajah pengusaha-pengusaha yang mencuci otak generasi kita dan menguras duit rakyat dengan menawarkan barang-barang bajakan dengan harga murah yang pasti dibeli karena sebelumnya sudah dicuci otaknya…dan sekali lagi lewat televise.

Kita juga sama-sama sadar jika Televisi memang tidak selamanya membodohi kita, ada juga yang memberikan ilmu baru bagi kita. Tapi lihat deh acara-acara Televisi kita, apakah sudah bermutu? Perlu diingat lho, stasiun televisi yang bisa diterima di seluruh daerah Indonesia biasanya Cuma SCTV, RCTI dan Indosiar, kalian tau kan acara-acara seperti apa yang ditayangkan di stasiun televisi tersebut? Bayangkan jika acara-acara yang gak “bermutu” ditonton oleh orang yang “blank”. Kayak system cuci otak kan jadinya?

NB: saya sengaja nulis produknya jelas-jelas

Iklan

2 thoughts on “TV Kabel itu membodohi kita (sebuah komentar untuk iklan TOP TV)”

  1. Kabel tv juga kadang-2 berguna sebagai alternatif tontonan yang lain, daripada nonton tv lokal yang isinya hanya sinetron tak bermutu membosankan, menyuguhkan hal-2 yang tidak sebenarnya, lebih baik nonton kabel tv bisa acara membodohi kita tapi kita tidak tau apa itu boghong atau tidak karena situasi dan budaya orang lain

  2. TOP TV pembohong besar….mana untuk telp komplainnya….emang telpnya harus ke jakarta semua…payahhh

    Saya dah bayar bulanan trus confirm ke customer service masa harus nunggu 3 jam untuk pengaktifannya …setelah 6 jam masih blm ada siaran….gobolok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s