Antara menulis, kerja, perempuan, gejala tipus, dan asisten dosen


Minggu yang lalu boleh dibilang aku bener-bener seperti kejatuhan isi duren habis itu langsung kejatuhan duren utuh(wadow,sakitnya kayak apa ya). Sejak minggu lalu, aku sedang semangat2nya utk menulis tentang hidupku. Pasalnya, seorang “teman spiritual’ yg kini S2 diITB pernah comment di FSku ttg shoutout yg ku posting. Kena banget commentnya! Dan ketika ku sedang mencari inspirasi di suatu “Tempat Makan”,tanpa sengaja aku melihat perempuan berambut sebahu itu duduk di meja depan ku, selama beberapa menit jantungku bener-bener berdetak cepak a.k.a deg-deg-an. Nah, aktifitas jantung seperti ini yang pernah muncul beberapa tahun silam. Dari peristiwa itu, aku jadi ingat comment “teman spiritual”ku yg isinya “iz, kamu tuh aliran qadariah ya? Yg bener tuh usaha dulu, baru berdoa dan tawakal”, weitz, bener bgt kan!?
Di lain sisi, pekerjaanku ternyata semakin memeras otakku. Pasalnya, aku berusaha mencari teknik promo yg baru dan efektif untuk mengcounter image masyarakat bahwa kondisi hujan biasanya membuat orang males untuk keluar. Menurutku, itu sebenarnya persepsi yg sudah melekat dimasyarakat jika hujan enakan dirumah, padahal kan belum tentu waktu hujan enakan dirumah, ya gak?kenapa gak ngobrol2 breng temen2 di suatu tempat makan? :-) Itu pemerasan pertama, yang kedua adalah memasukkan ilmu marketing research yg menurutku sangat menarik untuk membantu mencari teknik ini.
Beberapa hari yang lalu, aku sempet aktif imel2an dgn dosen pembimbingku, sempet juga beliau curhat colongan ttg kesibukannya mengurus keluarga, jd pembicara/trainer dimana2, ngajar kuliah, dan pada akhirnya cerita tentang kebutuhan akan asisten dosen. He2..secara iseng2, saya langsung menggelontorkan pertanyaan “kalo saya masuk kualifikasi asisten dosen itu gak pak?”, beliau menjawab cepat “masuk, tapi saya bingung cari sumber dana buat gaji asisten dosen dari mana!”. Syukurlah jawaban dgn tapinya tidak buruk. Tapi, mulai kamis malam, ternyata badan ini sudah menunjukkan waktu puncak digunakan dgn menunjukkan gejala2 demam tinggi, kamis malam hingga sabtu pagi kok demam belum turun, akhirnya saya mengaku kalah saya sakit beneran, dan ternyata sesuai perkiraan, Faiz Sakit Gejala Tipus. Peringatan juga nih untuk tidak sembarangan alias tdk mengkontrol kegiatan, udah meras otak, tenaga juga diperas.
Tapi emang dasar hobi nulis, dalam kondisi sakitpun masih aja sempet nulis2, walopun lewat HP, tp ya jelas tetep semangat. Mohon maaf buat temen2 yg email dan comment’y blm saya respon, ada 20an email dan 15 comment, insya allah minggu depan saya follow up. Thanks 4 all

Iklan

One thought on “Antara menulis, kerja, perempuan, gejala tipus, dan asisten dosen”

  1. Ping-balik: Trackback

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s