Ibarat donor darah, “darah” mereka itu sudah masuk dalam vena ku!


Coba bayangkan jika ternyata dalam darah kita sudah tercampur dengan darah orang lain alias kita di donori darah. Kalo misalnya kamu gak trima dengan darah itu, apa yang kamu lakukan? mau cuci darah terus dengan darah yang bagus? hahaha…istilah ini aku dapatin di percakapan sebuah film tengah malam…lucu…tapi kalo dibayangin gimana ya? lha wong darahnya sudah kemana-mana? mau meras darah ndiri? hehehe

Eniwe, beberapa menit yang lalu aku baru saja melakukan sesuatu yang sangat berat. Berat…karena soul mereka sudah masuk dalam darahku (merinding aku menulis kalimat ini…suer!). Membangun sense of belonging dalam diri seseorang itu susah lho! aku aja ketika di CAMP mau menciptakan seseorang dengan filsafat CAMPISME aja susahnya setengah mati. Doktrin (halah…!!) sudah saya tanamkan secara perlahan, motivasi saat itu ada 30 orang yang akan mendapatkan “donor darah” CAMPISME, tapi ternyata yang berhasil cuma 10an orang….itu bener-bener perjuangan berat.

Selidik punya selidik untuk evaluasi diri, ternyata efek “donor darah” CAMPISME itu bukan karena retorika-retorika yang aku ucapkan, maupun doktrin yang coba ku jejalkan ke mereka, namun faktor diri sendiri adalah yang menentukan apakah CAMPISME itu masuk dalam diri mereka atau tidak. Diri sendiri…

Ok, jadi point of tulisan saya ini adalah…sense of belonging seseorang itu bisa muncul dari diri sendiri…dan yang terakhir adalah…Faiz gak berhasil dalam mendoktrin…hahahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s