Band di Industri musik: Jadilah band yang unik


Kemarin saya sempat nonton film “Ray” di Trans TV. Sebuah kisah nyata yang menceritan Ray Charles Robbinson, musisi RnB legendaris dar Amerika, yg diperankan secara apik oleh Jamie Foxy. Dari film itu, ada beberapa hal yg sepertinya bisa dipelajari oleh band2 baru di Indonesia saat ini.
Seperti kita ketahui saat ini, perkembangan band2 di Indonesia saat ini sangat banyak tapi menurut saya mereka bener2 aneh. Band2 skrg sepertinya kini merasa bahwa dengan menggunakan “sistem keinginan pasar” sudah cukup untuk membuat album. Memang benar mereka punya modal untuk membuat album, tapi apakah mereka mau setelah buat album mereka gak bisa buat album lagi, kalopun bisa apakah mampu sukses seperti album pertama. Banyaknya band skrg rata2 hanya punya 1 hits aja, nambah lagi pun itu sudah sangat beruntung.
Karena saat ini, membuat kesuksesan di album kedua adalah sebuah “gambling” luar biasa. Di album kedua pasti banyak perubahan musik, walaupun mereka bs mengatakan perkembangan tapi apakah album mereka sukses. Itu yang perlu di camkan oleh band2 baru saat ini.
Coba kita flashback band2 nasional yg dah punya 2 album ato lebih dan sukses. Gigi, Dewa, Peter Pan, Letto, Ungu, JRock? Itu bisa jadi contoh, tp gmn kalo q sebut Radja? Gimana perkembangan album mereka skrg? Hmm..opini pribadiku, mereka gagal. Bukan tanpa alasan, tapi lihat aja deh penjualan di toko2 kaset.
Nah, di Film Ray, salah satu tokoh yg dr Atlantic Record mengatan “kalo musik kamu tidak berbeda, apa yang akan kamu jual”. Sepertinya kalimat itu juga yang membuat Ahmad Dhani bertengger di Singasana Republik Cinta. Coba kita lihat Andra and The Backbone, Dewi-Dewi, Mulan Jamela, gak ada dari mereka yang gak memiliki keunikan dari band2 lain. Tangan Ahmad Dhani emang sangat dingin, dan pantas kalo dia jadi produser.
Nah, seorang produser pun sepertinya gak harus bisa maen musik. Yang penting tau perkembangan musik, paham pasar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s