Easy Listening Band (Review demo lagu Aquila Band)


Disclaimer: Ini adalah opini pribadi, dan berusaha saya tulis seobjektif mungkin. Saya bukan produser ataupun musisi, hanya penikmat musik yang terkadang membuat lagu.

Setiap lagu pasti punya inspirasi atau influence dari lagu orang lain, dan itu tidak dapat disangkal. Karena nada itu cuma ada 7, do re mi fa sol la si. Hehehe…openingnya!

Beberapa hari lalu saya mendapatkan beberapa lagu demo Aquila band, sebuah band yang salah satu lagunya sudah tergabung dalam Album kompilasi KFC Music Hit List #2 yang kebetulan sedang mengejar jumlah demo lagu yang banyak dari labelnya. Ada 19 lagu yang diberikan oleh vokalisnya yang kebetulan teman satu kampus yang dulu juga awal mula bisa membentuk Aquila kebetulan bergabung UKMF Musik CAMP FIP UNY.

Dari awal track 1 sampai 8 lagu sudah lumayan familiar dengan telingaku, karena emang dulu pernah dapat. Sejak dari awal mendengarkan lagu mereka memang sudah langsung terekam bahwa lagu-lagu mereka memang cukup easy listening bagi telinga bangsa Indonesia (hehehe…luas banget, tapi menurut pribadi emang begitu). Dari track 9 sampai 19 kebetulan saya belum pernah mendengarkan karena itu memang lagu baru untuk mengejar setoran J ke label.

Cukup lumayan lama untuk mendengarkan dan berusaha mengumpulkan pandangan seorang faizmh™ untuk memulai komentar yang objektif. Awal mendapatkan lagu tersebut, yang pertama saya dengarkan adalah 10 detik pertama dari 19 lagu itu, saya sangat percaya dengan kekuatan intro untuk dapat mencuri perhatian orang untuk lebih mendengarkan (selain refrain tentunya). Ok, kesimpulan yang saya dapatkan dari 10 detik pertama itu adalah intro musik yang akan ditampilkan cukup mencuri…. :)

Hari ini, kebetulan saya lagi banyak kerjaan dan ini adalah saat yang tepat untuk mendengarkan sambil bekerja. Aku, biasanya ketika bekerja bisa SANGAT konsen bekerja dengan mendengarkan lagu. Akhirnya, 19 lagu yang diulang 2 kali ternyata bisa membantu bekerja dengan sukses, alhasil rencana komentarku tentang demonya pun terkumpul diotak hehe…

Dari 19 lagu itu cukup easy listenening untuk orang awam, membawa lirik tema cinta dalam hampir semua lagunya menjadi Unic Selling Point (USP) lagu-lagu mereka, walaupun ada juga lagu dengan judul “teman” yang cukup generatif dalam berbicara cinta. Lagu mereka sesuai dengan pasar sekarang ini, yang kata Efek Rumah Kaca lagi jaman “lagu cinta melulu”. Tapi inilah juga yang bisa mengantar Radja, Ungu, Samson, etc pada level band entertainment (saya agak ragu menyebut musisi, karena mereka membuat musik untuk memuaskan pasar) papan atas.

Tak ada gading yang tak retak, setelah mendengarkan keseluruhan lagunya dari 10 detik pertama pilihan nada intronya cenderung monoton yang terkadang hanya menonjol beat drum, atau hanya petikan 3-5 nada, meminjam istilah teman saya –Hasan- soundya tung-ting-tung-ting. Pilihan sound alat musiknya juga cenderung tidak variatif, tapi mungkin itu pilihan ata sound yang diinginkan para player-nya, tapi saya yakin mereka bisa lebih eksplore dalam memilih soundnya.

Dari kekuatan lirik pun mereka sudah memiliki seperti layaknya band-band entertainment nasional Indonesia, kekuatan repetisi atau pengulangan-pengulangan bagian refrain juga menjadi salah satu Unic Selling Point lagu-lagu mereka, saya yakin kalo lagu mereka jadi RBT pasti laris.

Secara utuh, lagu-lagu mereka memang tidak bisa dipandang sebagai band pengusung genre sendiri, masih diseputaran pop yang mungkin ditambah “bumbu-bumbu” lain. Setelah didengarkan utuh, lagu mereka memang terkadang ada bumbu brit-pop tapi sudah masuk melayu hehehe….terdengar juga ada beberapa lagu yang sepertinya kemasukan musik U2 kayak “with or without you” atau intro “Vertigo”, selain itu ada juga lagu sepertinya mau dibuat sedikit blues tapi kayaknya gak nyampe. Tapi secara jujur, musiknya terdengar kurang variatif, masih harus eksplore dalam mencipta lagu lebih tepatnya dalam mengaransemen lagu yang mungkin bisa diinspirasikan dengan mendengar musik-musik luar yang jarang mereka dengar, tapi over all demo lagu mereka cukup marketable alias bisa masuk dalam pasar Indonesia. Dan saya yakin kalo mereka buat album pasti laku, hanya saja jangan sampai membuat lagu hanya karena cuma melihat pasar alias jangan sampai terjebak pasar. Salah satu keyakinan kita di tahun-tahun ke depan adalah pasar semakin jenuh dengan musik Pop. Selain itu ada tambahan juga mengutip produser Atlantic Record dalam film “Ray”, kalo kamu gak berbeda dengan yang lain, apa yang akan kamu jual?! Karena ini dunia industri musik, bukan dunia seni musik. Salut untuk Aquila, keep on write your song!

Kalo ada band yang lagunya mau direview sama pengamat musik amatiran seperti saya ini (karena komentar saya gak menghasilkan duit!hehehe), silahkan kirim demonya ke alamat rumah saya atau email saya. Pandangan orang yang asing alias tidak kenal dengan bandnya atau personil band itu lebih objektif lho! Hasil reviewnya juga saya tampilkan diblog ini sekaligus CP band kamu akan saya masukin di posting list CP band-band Indonesia yang saya punya dan selalu saya update, berarti kamu sejajar dengan mereka. Oiya, saya gak terima link lagu lho! Harus CD audio, atau file MP# via pos atau email hehehehe….

2 thoughts on “Easy Listening Band (Review demo lagu Aquila Band)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s