Persepsi negative, Momentum, Single, Amal, dan Jogja (sebuah tulisanku untuk menjawab mereka)


Kenapa judul posting ini seperti itu?! Pasalnya, setelah beberapa hari kami merilis single kami di Panggung Sleman Expo 2009 yang ditemani oleh Naera Band pada tanggal 7 Oktober lalu, kami sempat mendengar perkataan miring tentang kami dari beberapa kawan-kawan band di Jogja bahwa Pippet Band cuma “sok mencari perhatian” aja dengan membuat single lagu untuk korban bencana gempa SUMBAR seperti itu biar perform panggungnya lancar. Isu itu pun didapatkan ketika manager Pippet Band lagi nongkrong disuatu tempat trus ada sekumpulan anak-anak band yang ngomongin Pippet, dan manager Pippet Band memang dikalangan player band-band di Jogja tidak familiar, biasanya yang biasa  nongkrong dengan anak-anak band lain cuma anak-anak Pippet aja.

Bahkan semakin tambah “omongan miring”nya ketika mereka mengetahui bahwa Pippet Band juga membuat semacam Posko penggalangan dana dan pengumpulan pakaian pantas pakai untuk yang sudah kami lakukan sejak 5 Oktober dan bakal kami lakukan sampai 19 Oktober besok. Terus terang kami kaget aja kalo ternyata ada juga yang memandang niat baik kami dengan sudut pandang negative.

Tapi, memang begitulah hukum alam. Kadang niat baik gak selamanya dipandang baik ketika ternyata niat baik itu diketahui oleh wartawan dan dimuat media mereka..yah, itulah dunia showbiz! Bahkan, kalo sudah di taraf nasional, kata temen, fenomena seperti itu lebih kejam lagi hehehe… Dari omongan-omongan “mereka”, kita juga tidak menyalahkan kalo kita memang juga mencari perhatian media maupun EO yang emang kita harapkan mengundang kita. Tapi sebelumnya kita memang ngobrol2 kalo di Jogja kayaknya gak ada band yang melakukan penggalangan dana dengan membuat posko, semuanya pasti membantu dengan ikut event-event amal dan tanpa dibayar.

Terus terang, rencana pembuatan Posko bahkan pembuatan single itu murni ide dadakan dan asal “nylekop”. Pasalnya, ketika kita ngobrol2 tentang fenomena bulan ramadhan banyak banget band-band mengeluarkan album rohani. Sepertinya semua itu adalah masalah momentum atau peristiwa yang terjadi. Orang-orang industry music sepertinya sangat paham dengan momentum yang terjadi di sekitar untuk menembak pasar, dan kami berusaha melihat hal tersebut dengan bentuk nyata bahwa Pippet Band benar-benar peduli. Oleh karena itu, selain kami kerja cepat membuat lagu khusus korban gempa dan merilis single tersebut dengan jangka waktu 1 minggu setelah gempa. Memang saat ini kami melihat efeknya kepada kami selain publisitas di beberapa media yang bersedia memuat berita kami.

BTW, tanggal kami merilis single “Senyumlah Bumi” sepertinya juga bisa menjadi salah satu bentuk kado ultah Jogja ke 253. Jogja adalah kota yang sangat berarti bagi kami. Jogja adalah kota yang telah mempertemukan kami dan menyatukan kami dalam Pippet. Jika tak di Jogja, tak mungkin Pippet akan bertahan hingga 6 tahun ini. Oiya, tanggal 20 Oktober Pippet genap 6 tahun lho…bagi sebuah band yang sudah bolak-balik ganti personil, kami tak kan menyerah mengejar impian dan cita-cita kami, menjadi salah satu pionir di Industri music Indonesia.

Source: http://www.pippetrock.com/2009/10/persepsi-negative-momentum-single-amal.html

One thought on “Persepsi negative, Momentum, Single, Amal, dan Jogja (sebuah tulisanku untuk menjawab mereka)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s