Menangani Bisnis Online di Kaskus #Part 2


Wah…jadi pengen nulis lagi nih :)

Karena saya lagi semangat-semangatnya ngaskus nih..kayaknya saya mau menulis lagi tentang kelanjutan tulisan saya sebelumnya. Tulisan saya sebelumnya mungkin tulisa sekedar permukaan tentang lapak yang saya tangani di kaskus.

Oiya, berbicara bisnis online..orang mungkin akan langsung kebayang usaha seperti adsense alias mainan iklan, atau kalo gak ya semacam pay per click atau yang nulis captcha gitu. Usaha seperti itu sih sah-sah saja, karena itu adalah salah satu bisnis online yang ada di internet. Dan dalam kasus saya buka lapak di kaskus, ini bisa disebut juga bisnis online, karena disini saya berjualan dengan menggunakan media online, dan disini saya menjual sesuatu.

Kembali ke kaskus! :)

Jadi, berbicara membuka lapak di kaskus, kadang orang-orang awam yang baru ngaskus memandang kalo mau jualan di kaskus cukup membuat trit jualan saja, habis itu ya sudah di biarkan saja yang biasanya orang-orang seperti ini biasanya menulis di lapaknya “kalo berminat silahkan sms, soalnya jarang online”. Oke deh..seperti itu juga bisa..alias sah-sah saja, tapi di keunikan di kaskus karena ini adalah bisnis online dan bukan sekedar bisnis online, jadi lapak juga harus di pantau, jika ada orang-orang yang comment harus di follow up, dan lapak juga harus disundul agar berada di halaman depan, tanpa over bump tentunya.

Seperti yang saya ceritakan kemarin, kakaknya sudah mendapatkan omzet kurang lebih 30jt per bulan. Lapak dia bisa mendapatkan omzet segitu tidak tanpa dibiarkan begitu saja setelah buat lapak, tapi juga memantau dan memfollow up setiap comment dan pm yang masuk di kaskus. Kenapa seperti ini, karena kami berusaha menangani lapak di kaskus layaknya sebuah toko online sebenarnya. Toko Online yang kita buat tanpa harus membeli domain+hosting alias website sendiri, mainan SEO agar lapaknya nomor satu di google.

Mungkin kita semua sudah tau, berbelanja online cenderung memiliki lebih banyak resiko. Orang bisa dengan mudah untuk membuat website dan membuat toko online, entah itu dia adalah seorang penipu atau pun memang pedagang yang jujur. Jika seller membuat toko sendiri ato website sendiri, reputasi atau profil aslinya susah untuk di ketahui jika bukan karena kesediaan pemilik website toko online untuk memberikan identitasnya di websitenya. Di kaskus, reputasi atau profile asli pemilik lapak bisa dilihat dari identitas idnya yang tergabung dengan komunitas tertentu sehingga mudah di kenali. Sebagai contoh, karena saya dan kakak saya berasal dari Jogja, akhirnya id saya dan kakak saya mendaftar atau memperkenalkan diri sebagai warga kaskus regional yogyakarta. Namun itu saja pun tak cukup, kita juga harus menampakan diri di dalam komunitas tersebut alias ketemu dengan teman-teman kaskuser lain sehingga kita bisa di akui. Setelah berkaitan dengan profile yang mudah dikenali, selanjutnya adalah reputasi. Nah, reputasi disini adalah dilihat dari testimoni pembeli lapaknya. Di website toko online sendiri, jika ada testimoni, saya lebih sering meragukannya. Pasalnya disitu yang memberikan testimoni tidak jelas, apakah dia benar-benar pembeli atau cuma testimoni yang dibuat sama penjualnya..who knows!? Nah, kalo di kaskus bisa juga orang mengakali dengan membuat id klonengan terus membuat testimoni di lapaknya. Tapi, uniknya di kaskus, ternyata banyak sekali lho penjual yang agak penipu :) mengakali seperti ini, tapi kita kan bisa melihat, seandainya yang comment adalah seorang nubitol, apakah kita bisa mudah percaya?! Mungkin benar kata penulis di kaskus, bahwa tipe pembeli online adalah orang-orang skeptis..kecuali nubitol :ngakak alias newbi tolol yang mudah percaya :) tau mewek buat surat pembaca kalo ketipu..be smart buyer gan :)

Oke..tadi kita berbicara reputasi dan profil yang jelas di lapak ato toko online kita. Sekarang kita berbicara mengelola toko online kita. Ketika kita membuat lapak di kaskus, kita harus membuatnya semenerik mungkin. Dengan tulisan atau gambar-gambar yang menarik, pasti akan membuat orang lebih tertarik kan?! kalo toko kita berantakan? apakah ada orang mau mampir?! itu logikanya

Nah, dengan membuat lapak yang menarik, selanjutya adalah memantau lapak. Menurutku, hanya seller nubitol yang membuat tulisan di lapaknya “silahkan sms/telp, soalnya jarang online”. Haloooo….kamu mau bisnis online gak sih? atau cuma mau ngiklan?! Di Forum Jual Beli kaskus bukan tempat ngiklan, tapi tempat orang berjualan. Kalo mau berjualan, otomatis kan harus di tunggu. Kalo kita buat toko offline apakah kita mau ninggal sesuka hati?! gak kan? Nah, makanya lapak kita di kaskus harus di pantau..idealnya sih dipantau permenit, tapi bisa juga dipantau tiap jam, atau minimal 3 kali sehari..kebetulan kakak saya memantau tiap 3 hari sekali diluar menangani via yang menghubungi nomor handphone. Jam-jam pantauan adalah pagi jam 9, siang jam 12an, sore jam 4. Menurutku, idealnya sih 4 kali, yaitu jam 8 malem juga di pantau. Bayangkan, anda punya toko online yang bisa dipantau sekenanya. Ditinggal-tinggal oke..makanya, orang yang sudah punya main job sangat bisa punya sambilan di kaskus :)

So..kurang lebih tulisanku gini dulu ya :)

besok-besok dilanjutin lagi :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s