Arsip Kategori: Catatan Harian

Ibarat donor darah, “darah” mereka itu sudah masuk dalam vena ku!


Coba bayangkan jika ternyata dalam darah kita sudah tercampur dengan darah orang lain alias kita di donori darah. Kalo misalnya kamu gak trima dengan darah itu, apa yang kamu lakukan? mau cuci darah terus dengan darah yang bagus? hahaha…istilah ini aku dapatin di percakapan sebuah film tengah malam…lucu…tapi kalo dibayangin gimana ya? lha wong darahnya sudah kemana-mana? mau meras darah ndiri? hehehe

Eniwe, beberapa menit yang lalu aku baru saja melakukan sesuatu yang sangat berat. Berat…karena soul mereka sudah masuk dalam darahku (merinding aku menulis kalimat ini…suer!). Membangun sense of belonging dalam diri seseorang itu susah lho! aku aja ketika di CAMP mau menciptakan seseorang dengan filsafat CAMPISME aja susahnya setengah mati. Doktrin (halah…!!) sudah saya tanamkan secara perlahan, motivasi saat itu ada 30 orang yang akan mendapatkan “donor darah” CAMPISME, tapi ternyata yang berhasil cuma 10an orang….itu bener-bener perjuangan berat.

Selidik punya selidik untuk evaluasi diri, ternyata efek “donor darah” CAMPISME itu bukan karena retorika-retorika yang aku ucapkan, maupun doktrin yang coba ku jejalkan ke mereka, namun faktor diri sendiri adalah yang menentukan apakah CAMPISME itu masuk dalam diri mereka atau tidak. Diri sendiri…

Ok, jadi point of tulisan saya ini adalah…sense of belonging seseorang itu bisa muncul dari diri sendiri…dan yang terakhir adalah…Faiz gak berhasil dalam mendoktrin…hahahaha…

Hidup adalah pilihan #2


Masih ingat gak ketika kamu pertama melihat pacar kamu? Apa yg ada dipikiran kamu?apakah pilihan kamu yg dilakukan?mendekati dia bukan!? Seperti halnya juga ketika kamu mendapat suatu masalahkan,kamu memilih untuk menyelesaikan masalah kamu kan.
Nah, peristiwa pilihan seperti ini yg kini sedang aku hadapi. Aku memang bukan Andy F Noya yg berani memilih suatu hal yg mungkin akan membuat rugi besar dan mungkin dianggap orang bodoh karena memilih suatu ketidaknyamanan dalam hidup, tapi dia berani memilih hal itu.
Akankah aku berani memilih hal yg mungkin membuatku rugi?
Ketika harapan dan kenyataan berbeda, itu adalah sebuah resiko.

Kembali menulis…


wah…kangen sekali aku dengan blog ini…kata teman-teman kerja blog ini adalah salah satu bentuk gejala penyakit Narsisius Javanis…penyakit Narsis orang Jawa…hahaha…tapi gak masalah, namanyan juga blog pribadi, sah-sah saja kita isi apa aja…namun jika anda masih memegang etika ya peganglah..buat tulisan yang bermakna…tapi satu hal yang pasti bahwa kita janganlah takut untuk menulis, salah itu sudah biasa…tapi kalo gak salah gak belajar…hayo pilih mana?!

Aku masih bisa berharap


Kemarin, aku dapat balesan email dari sekretariat The Next Leaders Metro TV. Aku sempet tidak punya harapan lagi ketika awal september ini tidak ada respon apapun dari The Next Leaders Metro TV. Dan balasannya kayak gini:

Kepada Yth.
Faiz Mudhokhi

Kami telah menerima aplikasi anda. Seluruh aplikasi masih dalam proses
seleksi.
Kandidat yang terpilih akan kami hubungi pada awal Oktober 2008.
Terima kasih.

Salam,

The Next Leaders

Dengan adanya balasan ini, aku merasa masih bisa berharap dan berdoa…usaha sudah aku lakukan, maka sekarang aku tinggal berdoa…tapi sepertinya Ramadhan kali ini tidak seperti harapan ku…menjalani dengan kesucian diri…aku mohon Tuhan, ijinkan aku menjalani ibadahku dengan kesucian, ku harap doa ku makbul…amin2x…

Mohon doa restunya teman-teman ya!

Sebuah pernyataan sarkastik :-)


Hari ini,aku mendapatkan beberapa pernyataan dari temen-temenku. BTW,judul tadi itu hiperbolis lho,maksudnya pernyataan mereka-mereka itu menusuk hati banget.nah,hari ini ada 3 pernyataan:
1. Iz,kamu masih kuliah tho!
2. Iz,kamu belum wisuda juga!
3. Iz,kapan sih kamu bisa cerita ke aku kalo kamu itu udah ngerasa cocok ma seseorang!
Sebel juga hati ini denger kalimat itu,tapi emang realita sih kalo aku sampe semester 11 belum lulus dan belum punya pacar lagi! Hah…capek deh!
Hope in this age I will get that thing, Amin3x