Arsip Kategori: Catatan Karya

MEMAHAMI MANAGEMENT ARTIST/BAND (Materi Management PAB UKMF Musik CAMP


“Banyak artist/band hanya memandang sebuah musik dari segi art-nya,

tanpa mau memahami market dan perkembangannya”

“Bermusik secara idealis pun harus mengerti bisnis dan pengembangannya”

Sekarang, musik bisa menjadi sebuah profesi mata pencaharian karena saat ini musik di Indonesia telah menjadi sebuah industri. Kesuksesan band/artist di industri musik semuanya pun butuh modal, baik itu financial, skill bermusik, etc. Salah satu dibalik kesuksesan itu ada orang-orang di belakang layar yang membantu mereka, adalah management band.

Apa itu manajemen band? Adalah sebuah organisasi yang mengatur atau membuat rencana segala sesuatu yang berhubungan dengan band/artist, seperti mengatur jadwal artist, kontrak, promosi, equipment artis, dll. Manajemen Band dapat disebut sebagai organisasi karena didalamnya terdapat susunan/ hierarki jabatan atau job deskripsi tertentu pada setiap orang yang bergabung dalam manajemen tersebut. Adapun beberapa susunan jabatan dan Job Deskripsinya adalah:

Lanjutkan membaca MEMAHAMI MANAGEMENT ARTIST/BAND (Materi Management PAB UKMF Musik CAMP

Iklan

Puisi yang kutulis untuk KR


Belajar Mencinta, Tuhan!!!

Untuk Kekasih

Bunga Kamboja mulai berguguran

Seiring melangkahnya siang bersama malam

Matahari gagah pun tertunduk malu

Akan cantiknya bulan yang mengetarkan jiwa

Lengkingan dawai mengalun menembus hati

Membuat hasratKu kembali membuncah

Keabadian panas api menghangatkan jiwa

Menghapus duka menyebarkan suka

Kekangenan diri pada kekasih tumbuh

Layaknya pohon yang mulai berbunga

Samudra luas tak menghalangi diri

Tuk menatap sang kekasih penyejuk jiwa

KamarSyech, 11.23, 16 November 2002

Pengirim: Faiz Emha

Alamat : Terban GK 5 / 169 Yogyakarta 55223

Puisinya pernah dimuat di beberapa buletin kampus, dan pernah di muat di antologi puisi warga PMII UNY.

Puisi yang kutulis untuk El-Ka Majalah SABILI


Aku Memohon Pada-Mu

Tatkala pagi tiba

Embun subuh sejuk menyentuh kalbu

Sambil menjejakkan kening di hamparan sajadah

Mengukir doa dalam hening

Uswatun Khasanah, 23.45, 9 Januari 2003

Sepertiga Malam di SurauKu

SuarauKu terasa sepi kala sepertiga malam ini tiba

Dengkuran manusia meraja saat ini

Rasakan hangat sepertiga malam ini

Dan, Dia tidak menunggu kita

Uswatun Khasanah, 23.55, 9 Januari 2003

Di Mihrab Cinta

Illahi,

Masih adakah sejengkal tanah untukKu di dalam surga-Mu

Walaupun aku berulang kali jatuh dalam dunia

Uswatun Khasanah, 00.02, 10 Januari 2003

Hanyut Dalam Tahajud

Kurangkai doa dalam shalatKu

Sentuhkan hati dalam sujudKu

Alunkan ayat suci tuk hiasai malamKu

Oh, hangatnya jiwa yang tercerahkan

Uswatun Khasanah, 00.10, 10 Januari 2003

Nama faiz emha, lahir dipangkuan ibu pada tanggal 6 September 1984. Mulai menulis puisi sejak SD hingga saat ini dan kini mulai merambah dunia cerpen. Kini “ngangsu kaweruh” di Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UNY. Mencoba aktif kembali dalam komunitas seni dan puisi di universitas. Memegang motto “adakalanya padi harus tegak dan roda harus berhenti untuk menunjukkan idealismenya” adalah pegangan untuk dalam dunia sastra.

TERBALIK!!! (sebuah Cerpen)


TERBALIK!!!

Oleh: Faiz Emha

Jam dikamarku melangkah pukul 2, sang bulan masih bertengger di langit bumi. Sekeliling rumahku sudah tak ada kehidupan. Hatiku sudah mantap. Akhirnya kulakukan juga yang selama ini kutentang dalam hati, minggat. Tak ada yang tenang dirumah ini, semuanya selalu sama, hanya adu mulut yang kudengar tiap detik. “Kapan kita bakal kaya kerjamu hanya jadi kuli?” bentak simbok pada pakne.

Malam ini tak ada yang aku tuju, otakku hanya mengajak kakiku untuk terus berjalan. Dalam keheningan malam ternyata masih ada kehidupan di sebuah bar. Dengan malas aku menuju kesana, “segelas bir mungkin akan menenangkanku” pikirku. Ketika seteguk masuk kedalam kerongkongan, aku langsung terinagt dengan kata guru agamaku. “Sekali saja kamu merasakan minuman keras, segala ibadahmu selama 40 hari tak kan diterima Tuhan”. “ ah, itu kan cuma omongan aja, toh yang paling berkuasa kan Dia sendiri! Tahu apa guru agama itu?!” hatiku mulai berontak.

Seteguk demi seteguk, gelas demi gelas, botol demi botol sudah kuhabiskan hanya dalam beberapa menit. Suara meracau dari mulutku mulai keluar. “Mas, nggak usah minum lagi! Sampeyan udah mabok tuh!” pelayan bar tiba-tiba mencegahku minum lagi. “Tahu apa kamu, yang ngarain mabok itu aku, bukan kamu! pergi sana!” langsung kuusir saja pelayan itu.

Tak kurang beberapa saat, muncul 2 orang berbadan tegap. Sepertinya mereka adalah penjaga bar ini. “Maaf mas, anda tidak usah minum lagi. Silakan bayar tagihan anda!” kata pria yang bertato tengkorak di lehernya. “Hah, kamu ngusir aku!” aku mulai berontak “nggak tahu orang seneng!!” ucapku sambil melemparkan tinjuku kemukanya. Pria itu langsung mengelak sedang aku terjerembab dilantai. Kedua pria langsung menyeretku kebelekang bar, dan “ bak…buk..bak..buk..”. Hidung dan mulut mulai berdarah, dan aku mulai tak sadar.

Beberapa saat kemudian, aku sudah mulai sadar. “bangsat, sakit sekali tubuhku!” aku mulai berjalan menuju jalan raya. Saat melewati sebuah daerah pertokoan, aku melihat seseorang yang sudah tak asing lagi, Pakne. Dia sepertinya sedang menikmati canda dengan para wanita itu. Aku berjalan menuju rumah itu. Beberapa meter dari rumah itu aku tersandung “brukk..”. “sialan, apa ini?” umpatku. Kubuka bungkusan yang menyandungku. Didalamnya ternyata ada senjata yang digunakan dalam keadaan terdesak, botol.

Dalam keadaan mabok, aku memecahkan botol dan menuju pakne. Dia tidak menyadari kedatanganku, tapi tiba-tiba wanita itu menjerit masuk kedalam rumah. Otakku sudah tidak ingat lagi dengan pelajaran agama yang kudapatkan di pesantren. Dan, “prat”, darah memuncrat dimukaku. Pecahan botol sudah kutusukan di perut pakne. Tapi dia malah tertawa, dan berkata “ ha..ha…ha.. aku nggak bakalan mati, tapi kamu yang mati! Ha..ha..ha..”. Perutku tiba-tiba sakit, seketika aku langsung terbangun dari mimpi. Tapi di atas perut sudah ada pakne menusukkan pisau diperutku. Berulangkali kali pakne ngomong “ ha..ha…ha.. aku nggak bakalan mati, tapi kamu yang mati! Ha..ha..ha..”.

KamarSyech, 31 Januari 2004-01-31

PS: Cerpen pertama ku