Arsip Tag: sex

Ariel Peterpan Vs Sakti Eks Sheila On 7


Sebelumnya mohon maaf kalo saya copas tulisan orang, beberapa waktu lalu saya sempet mau buat tulisan yang sama tentang ariel, tapi sepertinya ini bisa mewakili walaupun belum semua. Silahkan untuk yang ingin tahu lebih jauh.

SAKTI SEWAKTU MASIH DI SHEILA ON 7

SAKTI SAAT INI

Lelaki itu tampak menikmati hidangan di depannya. Berpeci coklat, berjangut lebat, bergamis, dengan celana cingkrang, ia duduk di sisi paling sudut di sebuah Rumah Makan Aceh Harga Mahasiswa di pinggiran kota Jogja. Sendirian, tanpa ditemanin siapapun. Sementara meja-meja lain diisi oleh beberapa remaja dan pasangan kencan yang asyik bercengkrama dan melahap pesanan, sambil sesekali memperhatikan tingkah lelaki muda dengan pakaian aneh itu. Lanjutkan membaca Ariel Peterpan Vs Sakti Eks Sheila On 7

Iklan

Ibarat donor darah, “darah” mereka itu sudah masuk dalam vena ku!


Coba bayangkan jika ternyata dalam darah kita sudah tercampur dengan darah orang lain alias kita di donori darah. Kalo misalnya kamu gak trima dengan darah itu, apa yang kamu lakukan? mau cuci darah terus dengan darah yang bagus? hahaha…istilah ini aku dapatin di percakapan sebuah film tengah malam…lucu…tapi kalo dibayangin gimana ya? lha wong darahnya sudah kemana-mana? mau meras darah ndiri? hehehe

Eniwe, beberapa menit yang lalu aku baru saja melakukan sesuatu yang sangat berat. Berat…karena soul mereka sudah masuk dalam darahku (merinding aku menulis kalimat ini…suer!). Membangun sense of belonging dalam diri seseorang itu susah lho! aku aja ketika di CAMP mau menciptakan seseorang dengan filsafat CAMPISME aja susahnya setengah mati. Doktrin (halah…!!) sudah saya tanamkan secara perlahan, motivasi saat itu ada 30 orang yang akan mendapatkan “donor darah” CAMPISME, tapi ternyata yang berhasil cuma 10an orang….itu bener-bener perjuangan berat.

Selidik punya selidik untuk evaluasi diri, ternyata efek “donor darah” CAMPISME itu bukan karena retorika-retorika yang aku ucapkan, maupun doktrin yang coba ku jejalkan ke mereka, namun faktor diri sendiri adalah yang menentukan apakah CAMPISME itu masuk dalam diri mereka atau tidak. Diri sendiri…

Ok, jadi point of tulisan saya ini adalah…sense of belonging seseorang itu bisa muncul dari diri sendiri…dan yang terakhir adalah…Faiz gak berhasil dalam mendoktrin…hahahaha…